Komisi IV DPRD Kota Kupang Soroti Nama Stadion Mini di NBS

Komisi IV DPRD Kota Kupang pose bersama mitra dari Dispora Kota Kupang, Selasa (31/1/2023)

KUPANG KABARNTT.CO—Proses pengerjaan Stadion Mini di Nunbaun Sabu (NBS) sudah mencapai 91 persen.  Dalam sepekan ini stadion yang dibangun dengan  anggaran Rp.3,3 miliar tahun anggaran 2022 itu diperkirakan akan rampung.

Meski sudah diberi nama Stadion A.D Riwu Kore, dalam rapat dengan pendapat  Komisi IV DPRD Kota Kupang dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Kupang, PPK dan kontraktor pelaksana, Selasa (31/1/2023), penggunaan nama ini masih dipersoalkan.

Bacaan Lainnya

Komisi IV DPRD Kota Kupang ingin mendapat informasi detail terkait progres pekerjaan dan legalitas nama yang digunakan untuk stadion mini tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Kupang, Ewalde Taek, menyoroti 3 hal penting, yakni progres pekerjaan, legalitas nama dan juga pengelolaan stadion mini setelah rampung dibangun.

“Tanggal 16 Januari kemarin kami Komisi IV sudah berkunjung melihat secara langsung fakta pekerjaan lapangan mini NBS. Dari situ kami mendapatkan informasi bahwa pekerjaan itu belum selesai dikerjakan dan ini kurang lebih 2 minggu sejak 16 Januari sampai dengan hari ini tanggal 31 Januari.  Kenapa kami buat RDP (rapat dengar pendapat), karena kami ingin mendapatkan informasi yang utuh lagi dari Dispora terkait dengan progres pekerjaan. Karena ini sudah memasuki masa adendum yang akan selesai pada tanggal 22 Februari. Sebagai mitra kami perlu mengetahui progres pekerjaan karena pekerjaan secara riil belum kami dapatkan karena konsultan pengawas tidak hadir, mereka yang menghitung valume pekerjaan,” jelas Walde.

Untuk nama stadion mini tersebut, kata Walde, pada dasarnya komisi IV tidak menolak siapapun nama yang dicantumkan. Tetapi harus mengikuti mekanisme dan prosedur. Selain itu ada forum yang memutuskan pemberian nama yang intinya harus ada legalitas, supaya sah dan semua orang bisa menerima dengan baik.

“Nama stadion mini harus dengan regulasi yang jelas karena ini berkaitan dengan legalitas pemberian nama  sehingga tidak menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat,” ungkap Ketua DPW PKB Kota Kupang tersebut.

Sebagai mitra, kata Walde, komisi IV juga ingin mengetahui pengelolaan pasca lapangan ini selesai dibangun, seperti bagaimana pengelolaannya. “Karena jelas banyak orang akan memanfaatkan lapangan ini untuk bermain, bagaimana dengan aturannya, bagaimana dengan jaminan kebersihannya dan juga jangan lupa keamanan agar bagunan dan fasilitasnya tetap aman,” kata Walde.

“Memang harus dipertimbangkan dengan baik, karena akan ada kebutuhan pembiayaan operasionalnya seperti listrik, air, kebersihan dan juga keamanan untuk menjaga fasilitas yang ada agar stadion ini tetap baik. Ini yang kita mau tahu sejauh mana Dispora merancang ini dengan baik,” imbuh Walde. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *