Hadiri Pelantikan PPK, Bupati Manggarai Berharap Partisipasi Pemilih Meningkat

RUTENG KABARNTT.CO—Bupati Manggarai, Herybertus G. L. Nabit, menghadiri pelantikan dan pengambilan sumpah 60 orang anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Manggarai untuk pemilu tahun 2024.

Acara pelantikan diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manggarai di Aula Efata-Ruteng, Rabu (4/1/2023).

Bacaan Lainnya

PPK yang berjumlah 60 orang tersebut berasal dari 12 kecamatan di Kabupaten Manggarai. Masing-masing kecamatan memiliki 5 orang PPK yang akan menjadi panitia untuk melaksanakan tugas melayani pemilih dan peserta pemilu dengan adil dan setara.

Dalam sambutannya Bupati Hery Nabit a menyampaikan pentingnya keberadaan panitia dalam berbagai acara termasuk dalam urusan dengan penyelengaraan pesta demokrasi pada tahun 2024 mendatang. Hery Nabit mendorong penyelenggaraan Pemilu 2024 di Kabupaten Manggarai yang berkualitas.

Pemilu yang berkualitas, kata Hery Nabit, dapat diartikan sebagai pesta demokrasi yang berlangsung jujur, adil dan luber.

Dan untuk mencapai pemilu yang berkualitas, kata politisi PDI-P ini, sangat tergantung dari tugas dan tanggung jawab yang dijalan oleh panitia penyelenggara.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa pemilu adalah ajang demokrasi, bukan ajang konflik. Sebagai PPK, nantinya harus mengawal pesta demokrasi ini agar jauh dari konflik karena bisa merusak nilai-nilai demokrasi,” paparnya.

Lebih  lanjut ia menyebut tiga hal yang hendaknya menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 khususnya di Kabupaten Manggarai.  Ketiga hal tersebut yakni kualitas, partisipasi pemilih dan tata kelola pemilu.

Para anggota PPK yang dilantik dan disumpah didorong melaksanakan tugas-tugasnya sesuai aturan yang ada.

Pasalnya, Pemilu 2024 nanti dilaksanakan dalam situasi terbuka, di tengah makin pesatnya perkembangan media-media online.

“Saya kira Pemilu 2024 ini sangat terbuka. Pengawasan bukan saja dari Panwaslu tetapi juga dari masyarakat. Terkait dengan hal tersebut pakta integritas yang menjadi bagian tidak terpisahkan hendaknya dilaksanakan secara baik dan konsisten,” tegasnya.

Selain berpedoman pada aturan, Bupati Hery Nabit berharap pihak penyelenggara termasuk PPK juga mesti membangun komunikasi dan koordinasi yang baik dengan semua pihak.

“Tujuannya untuk menghasilkan penyelenggaraan pemilu berkualitas. Karena dengan komunikasi yang baik dan terbuka akan meredam berbagai prasangka buruk terhadap penyelenggara,” harapnya.

Sementara terkait partisipasi pemilih, Bupati Hery Nabit juga mengharapkan agar partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 meningkat dari pemilu sebelumnya. Pemkab Manggarai tentu akan siap membantu pihak KPU untuk mengkampanyekan partisipasi pemilih tersebut.

“Pemkab Manggarai akan selalu siap memberikan dukungan demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu 2024 yang berkualitas,” tegasnya.

Ketua KPU Manggarai, Thomas A. Hartono, mengatakan secara teknis pemilu diselenggarakan oleh KPU. Namun pesta sesungguhnya milik semua masyarakat. PPK ini dibentuk oleh KPU Manggarai untuk melaksanakan tugas menjaga integritas, moralitas dan profesionalisme berdasar azas prinsip penyelenggara pemilu. Serta melayani pemilih dan peserta pemilu dengan adil dan setara.

Karena itu Thomas mengingatkan para anggota PPK yang dilantik untuk selalu menjunjung tinggi asas penyelenggaraa pemilu dalam pelaksanaan tugas.

“Jadilah penyelenggara yang inklusif, bukan eksklusif. Bapak/Ibu dilantik sebagai pelayan termasuk pelayan kepada semua partai politik. Sampaikan informasi yang terukur sesuai regulasi,” tegasnya.

Thomas mendorong semua anggota PPK memaknai imparsialitas yang benar dengan membangun komunikasi dan koordinasi bersama berbagai pihak untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Anggota PPK juga wajib melaksanakan setiap instruksi baik dari KPU pusat, KPU Provinsi maupun KPU Kabupaten. (adi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *