Fiskal Makin Berat, APBD NTT Dirancang Surplus untuk Bayar Utang

Hugo Rehi Kalembu, anggota DPRD NTT

KUPANG KABARNTT.CO—Postur  Anggaran  Pendapatan dan  Belanja Daerah (APBD) NTT Tahun 2023  dirancang surplus guna membayar bunga pinjaman di PT SMI.

Tahun 2024 kondisi keuangan NTT makin berat karena selain membayar bunga pinjaman dan pokoknya, juga mesti dialokasikan dana untuk pemilu yang mencapai Rp 230 miliar.

Bacaan Lainnya

Kondisi keuangan Pemda NTT ini dijelaskan Hugo Rehi Kalembu, Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT kepada media ini beberapa hari lalu.

Menurut mantan Ketua Komisi II DPRD NTT yang membidangi keuangan ini, fiskal NTT itu sudah mulai memberat sejak tahun 2022 ketika Pemda NTT mulai membayar cicilan bunga pinjaman senilai Rp 70 miliar.

“Fiskal kita sudah terlihat makin berat di tahun 2022 yang lalu. Karena kita harus bayar bunga cicilan utang di PT. SMI sebesar Rp 70 miliar. Sementara  PAD kita tahun 2022 hanya teralisasi 70-an persen lebih, dan tahun ini dinaikkan menjadi Rp. 2,1 triliun dari tahun 2022 itu sebesar Rp 1,9 triliun,” jelas Hugo.

Meskipun PAD dinaikkan, kata Hugo, tidak mungkin ada lonjakan pendapatan begitu banyak.

“Karena kita harus bayar utang dan cadangan pemilu tahun 2024,” jelas Hugo, wakil rakyat dari Sumba ini.

Akibat fiskal yang berat dan beban cicilan bunga pinjaman itu, kata Hugo, Pemda NTT sudah sejak tahun 2022 melakukan pemangkasan dana di setiap OPD/Dinas agar bisa dicadangkan untuk dana cadangan Pilgub 2024 mendatang.

“Apabila PAD kita tidak naik, maka jalan keluarnya harus potong kegiatan-kegiatan di OPD agar terjadi surplus,” tegas Hugo.

Hugo mengatakan, ada dua pinjaman pada PT. SMI. Pertama, pinjaman reguler yang butuh persetujuan DPRD Rp 189 miliar pada tahun 2020.

Kedua, pada tahun 2021, Pemda NTT melakukan pinjaman lagi dari PT. SMI berupa dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) dengan bunga 6 persen lebih selama 8 tahun dengan grade period 2 tahun.  Plafon anggaran yang dipinjam mencapai Rp 1.003 triliun.

“Cicilan bunga dimulai sejak  dana masuk ke kas Pemerintah Daerah. Cicilan bunganya mencapai Rp. 70 miliar pertahun. Nanti tahun 2024 Pemda akan bayar bunga dengan cicilan pokok utang,” katanya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *