Angin Kencang di Flotim, Ini Kerusakan Lahan Pangan

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Apponardus Demoor

LARANTUKA KABARNTT.CO—Badai ekstrim  ellie yang melanda Flores Timur (Flotim) tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum saja. Angin kencang itu juga merusakkan tanaman pangan masyarakat umumnya.

Data yang didapat media ini dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Rabu (11/1/2023), menggambarkan kerusakan itu terjadi di hampir semua kecamatan di Flotim.

Bacaan Lainnya

Di Kecamatan  Ile Boleng kerusakan tanaman jagung 113 hektar untuk 14 Kepala Keluarga.

Di Kecamatan  ILe Mandiri kerusakan tanaman pangan meliputi padi gogo sekitar 13,5 Ha untuk 14 KK, jagung 44 Ha untuk 17 KK, ubi kayu 70,5 Ha untuk 77  KK. Sedangkan pisang terdapat 1.479 rumpun untuk 92 KK. Di Kecamatan  Tite Hena 1.707 rumpun untuk 176 KK.

Sedangkan di Kecamatan Adonara Barat mengalami kerusakan meliputi padi gogo 14,88 Ha untuk 98 KK, tanaman jagung 74 Ha untuk 176 KK, ubi kayu 10,9 Ha untuk 109 KK, pisang 2.276 rumpun untuk 109 KK.

Di Kecamatan Solor Selatan kerusakan tanaman pisang 1.757 rumpun untuk 117 KK, Kecamatan Adonara Tengah jagung 8 Ha untuk 25 KK, pisang 426 rumpun untuk 22 KK.

Di Kecamatan Larantuka, tanaman jagung 6,95 Ha untuk 24 KK, pisang 386 Ha untuk 89 KK.

Di  Kecamatan Wotan Ulumado untuk tanaman padi gogo 17,75 Ha untuk 40 KK, jagung 50,1 Ha untuk 117 KK, ubi kayu 13,65 Ha untuk 67 KK, pisang 539 rumpun untuk 116 KK.

Di  Kecamatan Witihama, kerusakan tanaman hanya jagung dengan laporan sementara 74 Ha untuk jumlah KK sementara belum terdata.

Di Kecamatan Lewo Lema, pisang 2.156 rumpun untuk 876 KK.

Di Kecamatan Adonara kerusakan pada lahan jagung 15 Ha untuk 35 KK, untuk tanaman pisangnya 800 Ha untuk 215 KK.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Flores Timur, Apponardus Demoor, mengatakan, data kerusakan ini sudah disampaikan kepada Penjabat Bupati dengan tembusan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar bisa memanfaatkan sisa hujan yang ada dengan mengganti tanaman seperti kacang-kacangan, yaitu kacang hijau, kacang tanah dan sorgum.

“Sedangkan untuk pisang sendiri itu kita menumbangkan yang sudah terdampak, dan kita mulai menanam pisang yang baru. Bisa jadi kita  bisa melakukan intervensi terhadap kerusakan akibat angin kencang,” kata  Demoor.

Demoor  mengatakan, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat  melalui BPBD agar segera  melaporkan data rill kerusakan akibat angin kencang itu kepada petugas di lapangan supaya cepat diintervensi.

“Apakah itu intervensi melalui penanaman  baru ataupun intervensi melalui pengganti untuk memanfaatkan sisa hujan yang ada itu nanti kita lihat. Untuk stok benih kita sudah usulkan kepada pengambil kebijakan yakni Penjabat Bupati dengan masukan data seperti ini kita bisa intervensi dengan solusi tanaman- tanaman kacang itu dan ini kita masih usulkan kepada bupati supaya kita bisa melakukan intervensi,” tegas Demoor. (abh)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *