Yoseph Dogon Reses di Sikumana, Warga Minta Perbaikan Jalan

KUPANG KABARNTT.CO—Warga Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, tepatnya di RT 01 dan 04 meminta agar ruas jalan gang dan lorong diperhatikan oleh pemerintah dengan baik. Karena banyak ruas jalan yang berlubang, apalagi saat ini musim hujan dan air tergenang di lubang dan mengakibatkan kecelakaan.

Drainase juga menjadi salah satu masukan karena di kelurahan Sikumana hampir tidak ada drainase, sehingga air hujan mengalir dan menggenangi rumah-rumah warga.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini disampaikan beberapa warga Kelurahan Sikumana pada kegiatan reses yang dilakukan oleh anggota DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, Sabtu (19/11/2021), di daerah pemilihannya untuk menjaring sejumlah masalah yang terjadi.

Warga RT 01, Nyonya Valentina Teran, meminta agar jalan gang di RT 01 yang sudah rusak dan berlubang agar segera diperbaiki oleh Pemerintah Kota Kupang karena ruas jalan ini sangat memrihatinkan. Apalagi pada musim hujan saat ini cukup rawan jika pengendara tidak hati-hati.

“Bapa Dewan yang terhormat, tolong kami juga diperhatikan. Bapa tadi ikut itu jalan bapa, dan kami di jalan gang ini tidak ada drainase sehingga air mengalir tergenang di rumah-rumah yang lokasinya agak rendah. Kasian kami bapa. Kami mohon bisa diangkat ini di ruang sidang agar kami juga menikmati jalan hotmix,” pinta Nyonya Valen.

Sementara Ketua RW 01, Kadis Deru, meminta agar PUPR Kota Kupang sebelum melakukan perbaikan jalan atau pembangunan jalan, terlebih dahulu memperhatikan drainase. Ruas jalan mesti ada got penampungan air. Air hujan  jangan dibiarkan air itu mengalir sembarang tanpa ada drainase.

“Hujan kami terima dampaknya. Karena tidak ada drainase, air hujan dari Jalur 40 mengalir sembarang. Jadi kami minta got-gotnya diperdalam atau dibuat bagaimana supaya jangan banjir sembarang saat hujan begini. Tambal sulam karena peningkatan badan jalan dan tidak diperhatikan got-got di sebelah jalan, sehingga ini perlu diperhatikan,”  ungkap Deru.

Deru juga menyayangkan fasilitas rawat inap di Puskesmas Sikumana  tidak difungsikan.  Warga yang butuh rawat nginap harus dirujuk, padahal puskesmasnya di tengah kota.

“Bapa Dewan, rawat inap di Puskesmas Sikumana tidak difungsikan lago. Juga Pasar Kelurahan sudah mubasir. Kami sering angkat jika ada rapat RT/RW. Kalau bisa dialihkan fungsinya untuk kegiatan lain supaya gedungnya jangan mubasir, bisa digunakan untuk kegiatan-kegiatan warga yang bermanfaat,” imbuhnya.

Menjawab permintaan warga, anggota DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon, mengatakan, sebagai wakil rakyat apapun yang menjadi masalah saat turun reses di masyarakat tetap dibicarakan di ruang sidang.  “Kami tetap kawal apa yang kami ajukan. Dan saya tidak pernah main-main kalau sudah menjadi kebutuhan dari warga,” kata politisi Golkar ini.

“Untuk jalan hotmix memang di tahun 2022-2023 agak susah karena APBD kita masih membiayai beberapa program yang tertunda. Kalau lapen bisa dengan dana-dana pokir dan kalau bapa-mama minta lapen ya kami masih bisa bantu dari dana-dana kami yang ada. Tapi untuk hotmix saya tidak janji bisa, saya akan perjuangkan dengan koordinasikan ini dengan pemerintah,” tegas Dogon.

Sementara untuk drainase Dogon mengatakan, “Kita di Sikumana itu sangat susah karena ruas jalan langsung dengan tembok pembatas rumah, kalau dibuat got kasian temboknya akan terganggu, sehingga memang sangat susah untuk membuat drainase. Tapi memang kami akan minta PUPR sebelum peningkatan jalan bisa diperhatikan drainasenya.”

Untuk fasilitas-fasilitas umum yang tidak dimanfaatkan seperti rawat inap Puskesmas Sikumana dan gedung pasar yang tidak digunakan, Dogon mengatakan di Kota Kupang banyak sekali fasilitas umum yang tidak dimanfaatkan karena berbagai kendala. “Kami akan koordinasikan dengan pemerintah agar ini diperhatikan ya, bisa dimanfaatkan warga untuk kegiatan-kegiatan yang berguna,” tutup Dogon. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *