Warga Kampung Adat di SBD Minta Mobil Damkar

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—-Warga Sumba Barat Daya (SBD) yang memiliki situs rumah adat meminta Pemerintah Kabupaten SBD mobil pemadam kebakaran (Damkar) mencegah kebakaran situ rumah adat yang bernilai sejarah.

Permintaan pengadaan mobil damkar ini diungkap Paulus Uru Awa mewakili para korban kebakaran rumah adat Kampung Parona Baroro, Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten SBD saat bertemu dengan Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, bersama Kepala BPBD SBD, Agustinus Pandak, ketika berkunjung ke lokasi kebakaran, Jumat (14/1/2022).

Bacaan Lainnya

Seperti diketahui, 8 rumah situs adat Kampung Parona Baroro, Desa Waikaninyo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (13/1/2022) ludes terbakar.

Kebakaran rumah di SBD sangat sering terjadi. Guna mencegah kebakaran rumah adat, maka warga meminta Pemkab SBD menyiapkan mobil pemadam kebakaran.

Ketiadaan mobil pemadam kebakaran menyebabkan  kebakaran sulit terkendali karena warga hanya mengandalkan mobil tangki air dengan selang pendek sehingga tidak bisa menjangkau kobaran api  tinggi yang membakar rumah warga.

Warga meminta agar di setiap kecamatan ada mobil pemadam  kebakaran. Hadirnya mobil pemadam kebakaran di setiap kecamatan memudahkan mobilisasi alat pemadam kebakaran ke lokasi kejadian guna memadamkan api yang sedang membakar rumah warga di kampung adat itu ataupun rumah warga Sumba Barat Daya umumnya.

Di hadapan Bupati Kodi Mete, Paulus Uru Awa didampingi Kepala Desa Waikaninyo, Alfonsus Elfianus R.Peka,  bersama para korban kebakaran lainnya menceritakan, proses terbakarnya 8 rumah dari 14 rumah adat dalam kampung adat Parona Baroro tersebut.

Delapan rumah tersebut terbakar akibat tersambar petir. Awalnya api membakar salah satu rumah di bagian selatan dan terus menjalar hingga membakar rumah adat terakhir adalah rumah miliknya.

Proses kebakaran juga terasa aneh karena api mulai membakar dari atap terus menyala besar membakar seluruh rumah. Setelah satu rumah ludes terbakar, lalu api membakar rumah lainnya hingga rumah ke delapan.

Anehnya juga pada saat itu terjadi hujan besar.  Justru air hujan yang datang semakin menambah kobaran api yang melahap 8 rumah warga yang berbahan bambu dan beratap ilalang itu.

Paulus  meminta Bupati SBD memberikan perhatian terutama pada masa penanganan darurat ini dan juga kelanjutan pembangunan 8 rumah ada tersebut paskah kebakaran.

Bupati  Kodi Mete bersama rombongan dan didampingi Paulus Uru Awa dan Kepala Desa Waikaninyo, Alfonsus Elfianus R.Peka berkeliling meninjau satu persatu delapan rumah yang ludes terbakar rata tanah.

Sementara itu warga korban kebakaran, memilih tinggal sementara di rumah keluarga di enam rumah yang lolos dari kebakaran. (ota)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *