SMAK St. Arnoldus Janssen, Unggul Dengan 3 S

Gedung baru tiga lantai SMAK St. Arnoldus Janssen, Kupang

TIGA tahun lalu, 2019. Saya mampir setelah janjian dengan Pater Piet Salu, SVD, Pastor dari tarekat SVD (Societas Verbi Divini/Serikat Sabda Allah)  ini dipercayakan membuka SMA baru di bawah asuhan Provinsi SVD Timor di Kupang.

Ketika itu muncul niat melihat seperti  apa sekolah baru itu berjalan di titik awalnya. Ya, tahun ajaran 2019/2020, SMA yang diberi nama SMA Katolik St. Arnoldus Janssen ini memancang  tonggak  pertama.

Saya yakin, ketika SVD memutuskan membangun sekolah Berbasis Asrama, maka sekolah itu pasti bermutu. Bermutu dalam banyak aspek. Tetapi yang utama adalah ilmu dan karakter. Lulusannya berilmu, beriman dan punya karakter kuat.

Ketika memulai, sekolah ini menggunakan gedung bekas Percetakan Idea di Oebufu, Kupang.  Ini percetakan milik Provinsi SVD Ende. Cabang dari Percetakan Arnoldus Ende yang sudah beroperasi sejak 21 Juni 1926 itu. Satu abad kurang empat tahun usianya.

Pater Piet Salu, SVD

Dengan gedung seadanya dan ruang-ruang terbatas, Pater Piet Salu memulai dan memimpin kegiatan belajar mengajar untuk angkatan pertama.

Hari Rabu (24/3/2022) saya menjejak lagi sekolah baru ini. Dan  luar biasa. Satu unit gedung berlantai tiga sudah mulai digunakan sebagai ruang kelas, khususnya kelas XII sebagai persiapan Ujian Akhir. Tahun ajaran 2022/2023 gedung ini akan digunakan sepenuhnya, sementara gedung lama akan digunakan sebagai Asrama Putri. Tembok dinding gedung baru kokoh. Lantainya granit. Gedungnya jelas  berkelas.

Total muridnya 160 untuk kelas X, XI dan XII. Belum banyak. Tetapi untuk sekolah baru, jumlah ini sangat lumayan.  “Kita tidak kejar jumlah murid. Kita kejar mutu lulusannya,” kata Pater Piet Salu.

Magister Manejemen Pendidikan jebolan De La Salle University Manila itu lalu berkisah banyak tentang SMA Katolik Arnoldus Jannsen. Sekolah ini berada di bawah Yayasan Pendidikan Katolik Aryos Nenuk. “Aryos” itu singkatan dari Arnoldus Janssen dan Yosef Freinademetz.  Santo Arnoldus Janssen pendiri SVD. Sedangkan Santo Yosef Freinademetz misionaris sulung SVD di China tanpa pernah sekalipun pulang berlibur ke tanah airnya, Austria.

Kejuaraan lomba pidato dan menyanyi solo Festival SMA/SMK Swasta se-NTT

Pater Piet Salu punya segudang pengalaman bagaimana mengelola sekolah. Pastor asal Timor Tengah Utara ini sebelumnya memimpin SMPK, SPGK dan SMK Colegio Maliana, Timor Timur (ketika negara itu masih menjadi provinsi ke-27 Indonesia).

SMK Santo Yosef Nenuk, yang kondang dengan nama STM Nenuk, Atambua juga pernah dipimpin  pastor sederhana dan low profile ini dua periode.

“Kita rencana tahun ajaran 2022/2023  sudah mulai dengan asrama. Anak-anak putri duluan, ada 42 anak siap masuk asrama,” tutur Pate Piet.

Apa yang unggul dari sekolah ini? “Pendidikan hati,” tegas Pater Piet.

Presentasi baca dan merinkas wajib Bahasa Indonesia

Pater Piet dengan kesadaran penuh menggunakan istilah hati, bukan karakter. “Orang bilang pendidikan karakter, tetapi menurut saya kurang tepat. Kalau saya menyebutnya pendidikan hati. Hati itu sudah meliputi semua aspek dalam diri,” kata Pater Piet memberi alasan.

Dengan corak itu, jelas Pater Piet, SMA Arnoldus Janssen mematok visinya tegas dan jelas. Yakni tercapainya kualitas insan yang tercermin dalam Scientia, Sanctitas, dan Sanitas.

“Tiga S ini yang menjadi visi sekolah ini. Lulusan itu bagus dari segi  pengetahuan (scientia), hatinya juga bersih dan unggul (sanctitas) dan juga sehat jasmani dan rohani (sanitas). Tiga hal ini yang harus dimiliki lulusan sekolah ini. Perpaduan tiga hal ini akan menjadi long life education,” kata Pater Piet Salu.

Juara 1 lomba pidato dan juara 3 cerdas cermat Bahasa Inggris

Mengejawantahkan visi ini, jelas Pater Piet, para siswa di sekolah ini ditempah dengan sejumlah latihan tambahan seperti membaca  dan kemudian meringkas buku yang dibaca, debat dan  juga berpidato.

Pater Piet menyebut ada siswa yang sejauh ini sudah membaca dan meringkas 17 buku.  “Saya tekankan anak-anak, lebih baik jadi kutu buku daripada mati kutu. Saya beritahu mereka sebelum banyak membaca, di hadapan saya kamu ini kutu busuk, tetapi setelah kamu banyak membaca, saya segan di hadapan kamu, saya kagum dengan kamu,” tuturnya.

Hasil bacaan yang diringkas itu, jelas Patet Piet, kemudian dipresentasikan di hadapan guru dan teman-teman kelas. “Setiap hari Sabtu siang mereka presentasikan apa yang mereka baca itu. Saya kastau mereka, ini bukan soal salah atau benar apa yang kamu presentasikan, tetapi bagaimana mentalmu dilatih untuk berlogika dan bernalar,” kata Pater Piet.

Juara 2 story telling tingkat SMA Se NTT tahun 2021

Pater Piet membayangkan di asrama nanti akan lebih banyak lagi latihan yang bakal diberikan kepada para siswa.  Pater Piet melihat banyak hal yang tidak didapat melalui kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas. “Asrama  mengisi kekosongan yang tidak didapat dari KBM. Asrama membentuk mental, membentuk hati, sedangkan KBM itu bagian intelektual. Pertemuan asrama dan KBM akan menghasilkan iman yang kuat,” tegasnya yakin.

Tahun ajaran 2022/2023 nanti SMA St. Arnoldus Janssen memasuki tahun ke-4.  Masih belia untuk sebuah lembaga pendidikan. Tetapi dengan tonggak awal yang sudah kuat, Pater Piet yakin SMA Arnoldus Janssen yang berlamat di Jalan Bundaran PU, Gang TDM 4 Kota Kupang ini bakal jadi sekolah yang punya nama di NTT. (tony kleden)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *