Setelah KLB, Demam Berdarah di SBD Cenderung Turun

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Menyusul penetapan kejadian luar biasa (KLB) 8 Februari 2022 lalu  kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sumba Barat Daya cenderung menurun.

Kasus DBD meningkat tajam dari bulan November 2021 lalu hingga Februari dengan puncaknya pada awal Februari.  Saat total kasus DBD di SBD mencapai 178 kasus dengan 3 kasus meninggal.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kesehatan SBD, Cris Horo, Senin (7/3/2022), melalui panggilan telepon, menjelaskan perkembangan kasus setelah KLB memuncak pada tanggal 23 Februari dengan jumlah kasus harian mencapai 14 kasus.

Kemudian cenderung turun, dan sejak 26 Februari sampai 4 Maret 2022 kasus harian rata-rata 2 kasus. Setelah penetapan KLB, 8 Februari lalu, belum ada kasus kematian yang terjadi sampai saat ini.

“Iya, kita sudah KLB dari tanggal 8 Februari karena kasus DBD cukup tinggi dan saat itu ada 3 kasus meninggal.  Hari ini Dirjen P2P dan tim Komisi IX DPR RI ada kunjungan ke SBD. SBD juga termasuk 12 kabupaten di NTT yang ditetapkan Provinsi NTT sebagai kabupaten KLB DBD,” kata Cris yang juga merupakan Asisten 1 Setda SBD itu.

Lebih lanjut Chris mengatakan, kasus terbanyak ada di Kecamatan Kota Tambolaka mencapai 56 kasus dengan 1 kasus meninggal dunia.  Sedangkan 44 kasus di Wewewa Barat dengan 1 meninggal dunia. Di Kecamatan Laura ada 26 kasus dengan 1 kasus meninggal.

Sementara di Kecamatan Wewewa Timur ada 20 kasus, dan tidak ada kasus meninggal. Di Kecamatan Kodi Balagar ada 10 kasus,  7 kasus di Kodi Utara, dan Wewewa Tengah ada 4 kasus, serta Kodi Bangedo, Wewewa Utara dan Wewewa Selatan masing-masing 3 kasus, dan 2 kasus di Kecamatan Kodi.

“Kami himbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M. Kami juga sudah melakukan fogging fokus dan pembagian abate, penyelidikan epidemologi, sosialisasi kesehatan dan koordinasi lintas sector,” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *