PHK Tenaga Kontrak, Komisi C DPRD Sumba Timur RDP dengan RSUD Rara Meha

WAINGAPU KABARNTT.CO—Pemutusan kontrak kerja sama  secara sepihak oleh RSUD Rara Meha akhir Desember 2021 berbuntut panjang. Menurut rencana, Rabu (12/1/2022) besok, Komisi C DPRD Sumba Timur akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan pengelola RSUD Rara Meha.

Pemutusan tenaga kontrak akhir Desember 2021 telah menimbulkan kekecewaan bagi 4 penyedia jasa yang menandatangani kontrak kerja sama dengan pihak rumah sakit dengan durasi 3 tahun atau hingga 31 Desember 2022 mendatang.

Bacaan Lainnya

Empat rekanan tersebut yakni CV. Terang Berkat penyedia makanan petugas jaga, CV. Indah Jaya Waingapu pengelola dapur dan sewa lokasi, CV. Bumi Marapu penyedia jasa kebersihan rumah sakit dan CV. Trstan Jaya pengelola parkir rumah sakit.

Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda, mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari pihak ketiga yang mendapat pemutusan kontrak kerja sama dari RSUD Rara Meha Waingapu.

“Terkait masalah PHK ke-4 penyedia jasa di RS Rara Meha memang menjadi atensi DPRD Sumba Timur. Beberapa rekanan itu sudah menyampaikan surat mohon perlindungan hak mereka itu ke DPRD Sumba Timur terkait pemutusan hubungan kerja. Prinsipnya besok itu DPRD Komisi C sudah mengagendakan untuk melakukan rapat dengar pendapat  dengan pihak RS Rara Meha dan juga dengan rekanan untuk mengklarifikasi persoalan yang terjadi di rumah sakit umum tersebut,” jelas Ayub kepada media ini, Selasa (11/1/2022).

Menurut Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur itu, bahwa besok pihaknya akan menggali dari sisi perjanjian kontraknya. “Sehingga kalau memang di situ ada pihak-pihak baik pihak pertama maupun pihak kedua dalam perjanjian itu tidak lagi memiliki ketentuan, kita coba mediasi sehingga ada jalan keluar terbaik,” kata Ayub.

“Ini sudah cukup viral, sehingga menjadi atensi Dewan. Sekarang bagaimana DPRD menyikapi ini agar mendapat jalan keluar terbaik. Kami berharap pihak manejemen menyediakan dokumen-dokumen pendukung pemutusan kerja tersebut sehingga bisa diselesaikan dengan baik. Namun memang tidak dipungkiri jika ini akan menambah daftar pengangguran di Sumba Timur,” kata Ayub. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *