Persoalkan Tekoda, PMKRI dan FSMPK Demo DPRD Belu

ATAMBUA KABARNTT.CO—-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Forum Solidaritas Masyarakat Peduli Keadilan (FSMPK) melakukan aksi damai di Gedung DPRD Belu, Rabu (8/6/2022).

Aksi damai itu sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah dalam hal perekrutan tekoda  (tenaga kontrak daerah)  tahun 2022. Pasalnya, ada tekoda yang sudah mengabdi lima tahun lebih namun tahun ini tidak diakomodir pemerintah.

Bacaan Lainnya

Mereka menilai, pemerintah tidak konsisten pada aturan dalam perekrutan tekoda tahun 2022.

“Bicara lain, buat lain. Katanya pemimpin perubahan,” sebut salah seorang orator, Vicky Nahak.

Di gedung Dewan  mereka mendesak DPRD Kabupaten Belu untuk bertemu mereka. Saat bersamaan, DPRD menggelar sidang lanjutan LKPJ Bupati Belu dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi.

Massa mendesak bertemu DPRD karena sudah hampir satu jam mereka tiba di depan Gedung DPRD Belu, namun belum diizinkan masuk.

Mereka tiba di depan Gedung DPRD pukul 11.00 Wita. Saat tiba di depan pintu gerbang, massa aksi berorasi secara bergantian sambil meminta DPRD untuk bertemu dengan mereka.

Aparat keamanan yang mengawal aksi melobi DPRD agar bisa meluangkan waktu bertemu dengan massa aksi.

Dengan alasan masih sidang, DPRD Belu belum bisa menemui massa.  Kalangan wakil rakyat baru bisa menemui massa usai sidang.

Sambil menunggu, massa terus berorasi sambil memutar musik bernuansa kritikan kepada pemerintah. Bahkan mereka memutar ulang rekaman suara Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, ketika berbicara tentang perekrutan tekoda. (yos)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *