Penjabat Wali Kota Kupang Ajak IDI Terlibat Turunkan Angka Stunting

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh

KUPANG KABARNTT.CO—Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH, minta Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ikut terlibat menurunkan angka stunting di Kota Kupang. Keterlibatan IDI bisa dilakukan dengan gerakan massif, terjun langsung ke kelurahan-kelurahan membantu petugas di lapangan melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Permintaan tersebut disampaikan George Hadjoh, saat membuka Musyawarah Cabang IDI Cabang Kupang di Hotel Swiss Belcourt Kupang, Sabtu (17/9/2022) lalu.

Bacaan Lainnya

George mengakui perlu ada kolaborasi antara IDI, rumah sakit dan pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan untuk mewujudkan kesejahteraan warga Kota Kupang di bidang kesehatan. Salah satunya adalah dalam upaya menekan angka stunting yang saat ini masih di sekitar 20-an persen.

George  optimis dengan kerja kolaboratif dan dukungan semua pihak termasuk IDI, pada tahun 2023 nanti angka stunting di Kota Kupang sudah turun di angka 16 persen dan tahun 2024 nanti sudah mencapai 14 persen sesuai arahan Presiden Jokowi.

Untuk itu, menurutnya, perlu menggunakan cara-cara yang tidak biasa dan out of the box.

Kepada para pengurus IDI Cabang Kupang yang terpilih nanti dia minta untuk mendesain program disertai solusi.

George  juga minta Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, yang turut hadir dalam acara tersebut untuk mencatat kebutuhan dan rekomendasi yang disampaikan IDI dalam muscab tersebut untuk menjadi perhatian serius, di antaranya ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit, serta jasa para tenaga kesehatan karena tugasnya berkaitan dengan nyawa manusia.

Selain itu dia juga memberi perhatian serius terhadap upaya penanggulangan demam berdarah yang setiap tahun mengancam serta angka gizi buruk yang diharapkan di waktu mendatang tidak ada lagi.

Ketua IDI Kota Kupang, dr. Stef Soka, Sp.B, menjelaskan, musyawarah cabang merupakan forum keputusan tertinggi dari IDI Cabang Kupang, sebagai upaya untuk melakukan perbaikan tata kelola organisasi.

Stef  berharap  dalam muscab kali ini ada hal positif yang membawa perubahan lebih baik, terutama dalam semangat mengayomi teman sejawat dan bersinergi dengan pemerintah di bidang kesehatan sehingga lebih baik dalam melayani masyarakat.

Stef  mengajak rekan-rekan dokter untuk terlibat dan berkontribusi pada isu-isu strategis di bidang kesehatan seperti stunting serta kematian ibu dan anak.

Sementara itu Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Andreas Fernandes, SpPD, FInasim, MARS, yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan musyawarah cabang ini merupakan langkah baik bagi IDI Cabang Kupang dalam melakukan regenerasi, sehingga roda organisasi tetap berjalan.

Kepada pengurus IDI Cabang Kupang, Andreas berpesan kesejawatan adalah hal yang penting diperhatikan. “Teman sejawat adalah saudara kandung kita, karena itu kebutuhan teman-teman sejawat harus diperhatikan IDI,” pesannya.

IDI Cabang Kupang memiliki 316 anggota aktif  yang tersebar di wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten  Sabu Raijua. (pkp_ans)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *