Oknum Polisi Tampar Supir di Labuan Bajo, Ternyata Ini Kronologinya

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Dugaan tindakan pemukulan terhadap supir travel oleh oknum polisi inisial A di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat kini sudah ditangani  Polres Manggarai Barat.

Korban adalah Vinsensius Sutanto alias Anto, seorang supir travel di Labuan Bajo. Anto berkisah jika dirinya ditampar oleh oknum polisi A sebanyak 3 kali sembari menodongkan pistol ke arah kepalanya.

Bacaan Lainnya

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Felli Hermanto, S.I.K., M.Si, melalui Kasie Propam, Ipda Nyoman Budiarta mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan tegas terhadap oknum polisi tersebut, Kamis (17/2/2022).

“Persoalan ini tengah ditangani Seksi Provos dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Manggarai Barat,” kata Ipda Budiarta.

Terkait peristiwa itu, jelas Ipda Nyoman, dari hasil interogasi oknum polisi berinisial A, bahwa korban Vinsensius Sutanto alias Anto merupakan mantan supirnya.

Namun, tindakan oknum A tersebut tidak benar. Karena dirinya diduga telah melakukan tindakan yang tidak pantas kepada masyarakat.

Karena itu,  Sie Propam berinisiatif untuk memeriksa yang bersangkutan ke Poliklinik Polres Mabar. Dokter Seksi Biddokes telah melakukan penanganan medis dan menyatakan korban dalam keadaan sehat.

Saat ditanya apakah benar oknum A melakukan tindakan pengancaman menggunakan pistol, Ipda nyoman menampik hal tersebut.

“Itu tidak benar! Dari keterangan oknum polisi A, saat kejadian dirinya memegang vape atau rokok elektrik, yang diduga oleh korban adalah senpi untuk mengancamnya,” tegasnya.

Hal tersebut dipeirrkuat hasil pengecekan di bagian logistik Polres Mabar. Oknum A tidak pernah mengajukan pinjam pakai senpi untuk digunakan dalam pelaksanaan tugas operasional kepolisian.

Sebelumnya kedua pihak memiliki permasalahan pribadi antara sopir dan majikan sehubungan dengan setoran mobil. Namun permasalahan tersebut baik korban maupun oknum polisi A telah menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Keduanya sudah sepakat berdamai yang sembari bermaaf-maafan. Selanjutnya keduanya bersepakat membuat surat pernyataan damai di kantor polisi,” lanjutnya.  (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *