Mitan di TTU Masih Langka, Ini Penjelasannya

Kepala Dinas Perindag TTU, Maximus Akoit

KEFAMENANU KABARNTT.CO-Sudah beberapa minggu belakangan ini masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih kesulitan memperoleh bahan bakar minyak tanah (mitan).

Bahkan masyarakat mengeluh saat ini sulit memperoleh minyak tanah, dan untuk pembelian pun dibatasi 2 liter per kepala keluarga.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perindag TTU, Maximus Akoit, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (1/12/2022) mengaku sudah mendapat laporan terkait kelangkaan minyak tanah tersebut.

“Terkait kelangkaan minyak tanah memang bukan hanya di Kabupaten Timor Tengah Utara, namun dialami oleh seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur,” kata Akoit.

Lebih lanjut, Akoit menjelaskan bahwa untuk harga untuk per liter di Kabupaten TTU masih tetap, yakni Rp 5.000/liter dan itu masih sesuai dengan harga eceran tertinggi namun pelayanan pembeli dibatasi.

“Sub agen yang jual pun jumlahnya sangat terbatas sehingga hanya melayani setiap orang yang beli itu hanya 2 liter,” tutur Akoit.

Akoit menjelaskan,  terkait kelangkaan minyak tanah tersebut, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Dinas Perindag NTT.

Sesuai penjelasan dari  pihak Disperindag Provinsi NTT, jelasnya, bukan karena penimbunan namun karena pasokan minyak tanah dari luar yang masuk ke NTT belum tersedia. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *