Migor Langka di Sumba Timur, Dewan Minta Pemerintah Ambil Langkah

WAINGAPU KABARNTT.CO—Kelangkaan minyak goreng (Migor) bukan hanya terjadi di Kota Kupang, namun juga dirasakan di Waingapu, Sumba Timur. Kelangkaan minyak goreng sudah terjadi sejak awal Maret yang lalu dan sampai dengan saat ini belum ada pengiriman untuk Sumba Timur.

Kondisi ini juga dibenarkan Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Sumba Timur, Kristofel Malo Umbu Pati. Kristofel  mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan di gudang-gudang distributor yang ada di Waingapu pada 7 Maret yang lalu. Hasil pantauan, minyak goreng tidak ada stok sama sekali.

Bacaan Lainnya

“Sudah dari awal Maret minyak goreng tidak tersedia di pasar, sehingga kami lakukan pemantauan di setiap gudang distributor pada 7 Maret. Dan ya, tidak ada stok sama sekali. Distributor juga sudah melakukan pemesanan dari Jawa, namun sampai dengan saat ini belum juga ada pengiriman,” jelas Kristofel.

Menanggapi kelangkaan minyak goreng di Sumba Timur, anggota Komisi B DPRD Sumba Timur, Yonathan Behar, meminta pemerintah harus segera mengatasi ini dengan baik, agar harga minyak goreng tidak terlalu meroket karena tidak ada stok di Sumba Timur.

“Ada dua langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah daerah. Yang pertama,  jika kelangkaan ini karena kecurangan atau mafia misalnya penampungan, kenaikan harga beli pada tingkat pemasok atau tidak rasional sehingga pemasok mengurangi permintaan di wilayah niaga minyak di Sumba, maka pemerintah perlu segera melakukan penjajakan atau pemantauan lapangan dan penyelelidikan jika mengarah pada pelanggaran oleh diatributor yang terlibat dalam tata niaga  minyak di Sumba segera dilakukan penindakan,” kata Yonathan.

Langkah kedua, kata  Yonathan, sambil menunggu penyelesaian ini, pemerintah segera mengambil kebijakan darurat menggunakan dana darurat membiayai produksi minyak kelapa lokal.

“Dukungan dana agar dapat memproduksi minyak kelapa lokal lewat alat kerja cepat memarut, alat pres, dan alat lain yang mempercepat proses produksi rumah tangga  yang efisien hemat dan untung serta menambah nilai manfaat dari bahan lokal kita,” tegasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *