Manggarai Gelar Sekolah Lansia Inovasi

Peserta sekolah lansia, Kamis (22/9/2022)

RUTENG KABARNTT.CO—Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DP2KB) Kabupaten Manggarai menggelar sekolah lansia dalam rangka melaksanakan inovasi daerah tahun 2022.

Menurut Ketua Pengelola Sekolah Lansia, Albertus Gregorius Andung, sekolah lansia merupakan upaya pemberian informasi, pelatihan dan permainan edukatif kepada lansia tentang kesehatan, keagamaan, sosial budaya dan sebagainya sehingga lansia dapat hidup bahagia sejahtera.

Bacaan Lainnya

Konsepnya, kata Albertus, seperti sekolah pada umumnya, hanya bersifat informal. Konsepnya androgogi atau pendidikan orang dewasa (pelibatan peserta didik dalam kegiatan). Sasaran lansia yaitu usia di atas 60 tahun atau pra lansia

Dalam prakteknya, kata Albertus, sekolah lansia mengedepankan metode androgogik. Metodenya ceramah, diskusi interaktif, diskusi kelompok, role play, praktek dengan peserta berjumlah    32 lanjut usia.

Sedangkan out put kegiatannya antara lain terlaksananya program sekolah lansia terjadwal,  terlaksananya pemantauan partisipan lansia di kelas, terlaksananya pengukuran tingkat pengetahuan lansia, yaitu pasca tengah dan akhir sekolah.

Sekolah lansia ini, kata Albertus, dilaksanakan untuk menepis anggapan masyarakat tentang lansia sebagai  kelompok yang rentan dan tidak produktif.

Anggapan lansia yang rentan dan tidak produktif, seiring dengan kemampuan lansia dalam banyak hal terutama dalam bekerja.

Merujuk pada UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, kata Albertus,  penduduk usia kerja adalah penduduk dalam rentang usia 15 – 64 tahun.

“Berdasarkan undang undang itu penduduk yang usianya di atas 64 tahun sudah tidak lagi dapat bekerja sehingga tidak produktif lagi. Dengan demikian lansia dalam masyarakat seringkali tidak diperhitungkan dan tidak dianggap penting. Kondisi ini memberi dampak buruk terutama aspek psikis yang berisiko munculnya lansia yang tidak tangguh sehingga lansia lebih mudah sakit bahkan mudah meninggal dunia,“ kata Albertus kepada media ini, Kamis (22/9/2022).

Lansia di Kabupaten Manggarai berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil tahun 2019 sebanyak 25.373 jiwa setara dengan 7,6 % dari penduduk Kabupaten Manggarai. Sedangkan  peserta sekolah lansia angkatan I di Kabupaten Manggarai sebanyak 32 orang yang usianya di atas 64 tahun.

Kondisi ini menjadi perhatian DP2KB yang mulai tahun 2022 melaksanakan kegiatan sekolah lansia.

“Kami mulai tahun 2022 dalam kerangka inovasi daerah perlu melakukan upaya sekolah lansia, sehingga dapat terwujud lansia tangguh dan smart. Ini sebuah inovasi agar terwujud kawasan ramah lansia di Kabupaten Manggarai,“  tegas Albertus. (ias)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *