Maju Calon Wawali Kota Kupang, Alo Sukardan, “Orang Manggarai Dukung Penuh”

Dr. Alo Sukardan, S.H

KUPANG KABARNTT.CO—Dr. Aloysius Sukardan, S.H,  mantan Dekan Fakultas Hukun Universitas Cendana Kupang, resmi dipinang Jonas Salean, Sabtu (17/12/2022), menjadi calon Wakil Wali Kota Kupang pada pilkada 2024 mendatang.

Dengan adat Rote, Jonas Salean meminang Aloysius Sukardan yang merupakan tokoh Manggarai.  Penyambutan Jonas Salean dilakukan menurut adat orang Manggarai dengan penuh persaudaraan.

Bacaan Lainnya

Aloysius Sukardan dalam sambutannya mengungkap alasannya mengapa dia mau berpasangan dengan Jonas Salean pada kontestasi Pilkada tahun 2024.

“Ada pertanyaan lain, kenapa harus pilih Pak Jonas? Saya sudah melihat semua calon wali kota di Kota Kupang. Bukan rahasia lagi banyak sekali calon Wali Kota kupang, kita tahu dan dalam pengamatan saya calon Wali Kota Kupang yang paling komplit itu hanya Pak Jonas Salean. Apa yang kurang dari pengalamannya? Dia sudah pernah jadi Sekda Kota Kupang, sebagai Wali Kota Kupang, dan sebagai anggota DPRD Provinsi NTT saat ini. Biasanya pohon yang tinggi, pohon yang kuat selalu diterpa angin. Pak Jonas tuh begini, Pak Jonas tuh begitu. Saya katakan begini pada teman-teman, kalau ada calon Wali Kota Kupang yang tidak pernah buat salah, maka itulah malaikat,” jelas Alo.

Alo juga menjelaskan mengapa pihaknya harus menjadi Wakil Wali Kota Kupang.

“Mengapa saya mau jadi Wakil Wali Kota Kupang? Dalam usia sekarang ini sebagian besar hidup saya ini ada di Kota Kupang, sudah 43 tahun. Rejeki, berkat, rahmat yang kami sekeluarga terima itu karena Kota Kupang Kota Kasih. Oleh karena itu sebagai orang percaya dan taat dan tahu bersyukur, saya punya kewajiban untuk berbuat lebih banyak lagi bagi Kota Kupang melalui jabatan sebagai Wakil Wali Kota,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah semua orang Manggarai di Kupang mendukungnya, Alo mengemukakan bahwa orang Manggarailah yang mendorongnya menjadi pasangan dengan Jonas Salean. Itu sebabnya dia optimis bahwa jika mereka sudah mendorong maka dukungan itu pasti ada.

“Orang tua Manggarai sudah menjelaskan, bahwa saya muncul sebagai calon bukan karena kemauan sendiri, namun melalui proses internal. Itu digodok, saya sendiri tidak ikut pertama. Mereka tiga kali pertemuan dan saya ikut pertemuan keempat itu untuk menjaga netralitas dalam menghasilkan keputusan. Dan tujuh kali pertemuan, dan terakhir nama saya yang diusul. Saya punya keyakinan bahwa mereka mendukung saya secara penuh. Itu keyakinan saya dengan semua saudara saya,” katanya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *