Kejari TTU Gandeng Jamsostek Sosialisasi Pentingnya Jaminan Sosial

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) bersama Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Kamis (7/7/2022)  menggelar Sosialisasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 tentang  Optimalisasi Pelaksanaan Program  Jaminan Sosial Ketenagakerjaan oleh Kejaksaan Negeri TTU.

Kegiatan tersebut dirangkaikan juga dengan penyerahan secara simbolis santunan Jaminan Kematian (JKM)  kepada 2 ahliwaris.

Bacaan Lainnya

Kepada wartawan, Kepala Kejaksaan Negeri TTU, Roberth Jimmy Lambila, SH., MH  mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan  merupakan program pemerintah dalam kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, program tersebut mendapat perhatian penuh dari presiden, sehingga presiden menerbitkan Instruksi Nomor 2 Tahun 2021 yang berkaitan dengan BPJS Ketenagakerjaan atau Jamsostek.

“Jamsostek ini program pemerintah. Maka mendapat perhatian dari presiden sehingga diterbitkan instruksi. Nah di situ jaksa agung diberikan instruksi terkait dengan upaya melakukan koordinasi dalam kaitannya dengan upaya peningkatan ini,” jelas Roberth.

Lanjut Roberth, “Atas dasar itu, saya bersama-sama dengan kepala BPJS Ketenagakerjaan merasa perlu untuk melakukan sosialisasi ini.”

Roberth juga berharap agar masyarakat yang belum mendaftarkan diri segera masuk menjadi anggota Jamsostek.

“Pada prinsipnya kita berharap agar seluruh masyarakat kita masuk dalam kepesertaan Jamsostek ini,” harap Roberth.

Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua, Wawan Burhanudin, mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan penting bagi pekerja.

“Berbicara penting, ini sangat penting karena pada saat terjadi  kecelakaan kerja atau pun meninggal dunia, ada wujud kehadiran negara di tengah-tengah tenaga kerja untuk melindungi tenaga kerja kita pada saat kerja,” ucap Wawan.

Lanjut Wawan, ini juga salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan pastinya untuk menekan angka kemiskinan pada saat terjadi risiko kecelakaan karena keluarga yang ditinggalkan itu roda perekonomian terhenti.

Wawan menambahkan, setidaknya pada saat mendapatkan santunan, ada modal untuk melanjutkan kehidupannya.

“Hingga saat ini, peserta bukan penerima upah atau yang peserta mandiri ada sekitar 16 ribuan. Santunan yang sudah kita bayar di periode Januari sampai di bulan Juni Rp 4,1 miliar. Sedangkan iuran yang masuk sekitar Rp 2,9 M. Jadi lebih banyak pengeluaran dibanding pemasukan,” ungkap Wawan.

Wawan berharap agar masyarakat TTU pada umumnya mengetahui pentingnya program tersebut.

“Kepada masyarakat di TTU agar sadar akan pentingnya program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan karena ini merupakan bekal ke depan jika terjadi risiko pada diri kita,” harap Wawan.

Bupati TTU, Drs. David Juandi, mengatakan, kegiatan tersebut sangat membantu untuk menyadarkan masyarakat terkait program BPJS Ketenagakerjaan.

“Kegiatan ini sangat membantu untuk menyadarkan masyarakat agar masuk menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan,” kata David.

Kepada masyarakat TTU seluruhnya, Bupati David  berharap agar mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Pemerintah daerah berharap agar masyarakat TTU pada umumnya yang belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan untuk mendaftarkan diri,” harap David.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kajari TTU, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Atambua,  Bupati TTU, Kepala BKD, Kadis Nakertrans, Kadis PMD, Kepala Perijinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta 2 ahli waris penerima JKM. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *