Jangan Jual Lapak  di Arena Pasar Rakyat Kefamenanu

Maximus Akoit

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-100 Kota Kefamenanu,  digelar kegiatan tahunan pameran budaya dan pasar rakyat di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk  ajang tahunan tersebut, Lapangan Oemanu dan halaman sekitar Kantor Bupati TTU akan digunakan untuk pameran dan pasar rakyat tersebut.

Bacaan Lainnya

Lokasi Lapangan Oemanu biasanya digunakan untuk membangun stan-stan dari berbagai instansi pemerintah, mulai dari tingkat kecamatan hingga organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab TTU.

Berkaitan dengan kaplingan tersebut, tak jarang ada oknum nakal yang sengaja membeli kaplingan dari pemerintah kemudian dijual kembali kepada pedagang dengan harga yang terlampau tinggi.

Mengantisipasi terjadinya mafia kapling lapak ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) TTU, Maximus Akoit, Kamis (1/9/2022), mengingatkan agar para mafia kapling lapak di arena pasar rakyat berhenti melakukan aksinya, karena pembagian lapak ini sudah dilakukan oleh pihaknya.

Menurut Maxi, pihaknya telah membuka pendaftaran untuk calon pedagang yang akan berjualan di arena pasar rakyat dan sejauh ini sudah ada 320 pedagang yang mendaftar.

Maxi menuturkan, dari jumlah 320 pedagang yang mendaftar, kebanyakan adalah pedagang warung, sisanya adalah pedagang souvenir dan penjual makanan lokal.

“Saya tidak hafal pasti rinciannya, tapi dari total 320 yang mendaftar setelah kita klasifikasikan ada 27 jenis usaha dagang yang siap diperjualbelikan di arena pasar rakyat dan kebanyakan adalah pengusaha warung makan yang jumlahnya ada 44 pedagang,” urai Maxi.

Maxi menegaskan, saat ini pihaknya tidak menerima lagi pendaftaran, karena arena yang ada sudah habis terbagi untuk 320 pedagang yang telah mendaftarkan diri.

“Jadi berdasarkan keputusan rapat, angka yang ditetapkan untuk ukuran 4m x 6m sebesar Rp 500.000 per lapak, ukuran 3m x 4m, Rp 350.000, yang jual minuman ringan dan kios kecil, Rp.200.000.  Sedangkan untuk penjual makanan lokal seperti jagung bakar dipatok Rp 150.000,” jelas Maxi.

Maxi menegaskan bahwa setiap pedagang yang sudah mendaftarkan diri telah dikantongi identitas lengkapnya, sehingga ia berharap agar para pedagang yang telah terdaftar jangan mencoba untuk menjual lagi kaplingan yang sudah diperoleh ke pedagang lain dengan harga yang lebih mahal.

“Jika kita mendapatkan ada oknum nakal hang sengaja menjual lagi kaplingan lapak yang telah ia peroleh ke pedagang lain, kita tentu akan tindak dengan tegas,” ujarnya.

Maxi juga menyampaikan bahwa jenis dagangan yang diizinkan hanyalah dagangan makanan, pakaian dan souvenir.  Sedangkan yang berbau judi maupun alkohol tidak diizinkan untuk dijajakan di arena pasar rakyat.

Kegiatan pameran budaya dan pasar rakyat tersebut, awalnya direncanakan dibuka tanggal 1 September 2022, namun hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan dari panitia terkait jadwal pasti pembukaan kegiatan ini. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *