Harga Mahal, Pelaku Kuliner Labuan Bajo Dapat Teguran Keras

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Camat Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Yohanes Rinaldo Gampur, memberi teguran keras kepada pelaku kuliner di Labuan Bajo, Selasa (8/2/2022).

Teguran itu dilakukan Ancik, sapaan akrab Camat Komodo, merespon berbagai keluhan wisatawan atas tingginya harga makanan di kuliner yang berlokasi di Kampung Ujung, Labuan Bajo.

Bacaan Lainnya

“Pada 1 Februari kami bersama kasie trantib dan anggota langsung menemui pelaku usaha kuliner di lokasi yang dikeluhkan wisatawan tersebut dan beri teguran keras,” tegas Ancik Gampur ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (8/2/2022).

Selain teguran keras, kata Ancik, kepada mereka juga diberikan sosialisasi dan pemahaman bagaimana seharusnya memberikan pelayanan yang prima bagi wisatawan.

“Wajah Kota Labuan Bajo saat ini yang disematkan oleh Presiden Jokowi sebagai lokasi wisata Super Premium harus dijaga dan dirawat bersama, baik pelaku wisata maupun pemerintah,” ungkapnya.

Karena itu, kata Ancik, sudah seyogyanya antara pemerintah maupun semua pelaku pariwisata harus memberikan kesan baik melalui pelayanan yang baik bagi para tamu sesuai tupoksi masing-masing.

Beberapa hari sebelumnya, Ayu (25) seorang wisatawan asal Jakarta mengeluhkan tingginya harga makanan di kuliner tersebut.

“Waktu itu, jumlah kita hanya 7 orang. Kita pesan ikan kuah dan bakar hanya 4 ekor. Pas bayar kok harga Rp 1 juta lebih ya?” kesal Ayu kepada media.

Ayu mengaku jengkel dengan mahalnya harga makanan di Labuan Bajo yang sangat fantastis.

Selain harga tinggi, salah satu pemandu wisata Leo (35), juga mengaku kesal dengan pelayanan pihak pelaku usaha kuliner tersebut.

Leo mengaku, antara jumlah orang yang makan dan jumlah orang yang ada di tagihan kadang berbeda.

“Saat itu saya bawa tamu sejumlah 9 orang dan yang makan hanya 8 orang. Tetapi di nota kok jumlah yang makan berjumlah 9 orang?”  kata Leo.

Padahal saat itu, Leo selaku sopir tidak makan. Namun di bill pembayaran tertera tulisan tagihan makan sang sopir sebanyak Rp 150 ribu.

Karena itu dirinya meminta pihak otoritas untuk memperhatikan hal itu agar citra pariwisata di Labuan Bajo tetap terjaga dengan baik. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *