Hadiri Ibadah Emeritasi dan Perhadapan Pendeta, George Hadjoh Sampaikan Sejumlah Pesan

Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh

KUPANG KABARNTT.CO—Penjabat Wali Kota Kupang, George Melkianus Hadjoh, S.H., Minggu (28/8/2022), menghadiri acara Kebaktian Emeritasi, Pendeta Jacob Saku, S.Th., dan Perhadapan Pendeta Selfiana Aome Bule Logo, S.Th., di Jemaat GMIT Pniel, Sikumana, Klasis Kota Kupang Barat.

Kebaktian tersebut berlangsung dalam ibadah pagi yang dipimpin Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Gayus D. Polin, S.Th., dan Dekan Fakultas Theologia UKAW Kupang, Pdt. Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th., M.A., disaksikan oleh anggota Jemaat GMIT Pniel Sikumana serta jemaat tamu dari GMIT Pondok Pengharapan Netenaneno Klasis Kupang Barat yang merupakan gereja asal pendeta yang diperhadapkan.

Bacaan Lainnya

Turut hadir Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Barat, Pdt. Lelin Fointuna Ndun, S.Th., Ketua Majelis Jemaat Pniel Sikumana, Pdt. Aprileny D. M. Tameno Ratu, S.Th., Kepala Dinas Perhubungan Kota Kupang, Pah Bessie S. Messakh, S.STP., M.Si., Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Kupang, Daud N. Nafi, S.STP., serta Lurah Sikumana, Getruida Isabela.

Mengawali sambutannya, Penjabat Wali Kota, Geoge Hadjoh menyampaikan salam kebangsaan yang menurutnya penyampaian salam ini sangat penting karena Pancasila lahir dari bumi NTT. Oleh karena itu semua masyarakat NTT harus bangga Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa yang lahir dari NTT.

Dikatakannya, kebaktian saat ini adalah saat bersejarah dalam hidupnya karena setelah dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Kupang pada tanggal 22 Agustus 2022, Gereja Pniel Sikumana menjadi rumah ibadah yang dikunjungi sekaligus mengikuti kebaktian bersama dalam rangka emeritasi dan perhadapan pendeta.

Ungkapan terima kasih diberikan kepada Pdt. Jacob Saku yang telah mengabdikan diri di ladang Tuhan selama kurang lebih 30 tahun. “Bapak mungkin secara administrasi sudah purna layan di Sinode GMIT, namun sebenarnya bapak telah masuk ke dalam dunia luas yang tidak bisa diukur melayani Tuhan tanpa sekat ruang dan waktu,” jelas Hadjoh.

Ucapan selamat datang juga disampaikan kepada Pdt. Selfiana Aome Bule Logo, yang juga menjadi Wakil Ketua Majelis Jemaat Pniel Sikumana. Harapannya nanti bersama Pendeta dan Jemaat di Sikumana terus mendoakan dan menggumuli Kota Kupang agar Tuhan melimpahkan berkat-Nya demi kesejahteraan masyarakat di Kota Kupang.

Hadjoh memberikan beberapa catatan yang diperoleh saat kotbah yang disampaikan oleh Pdt. Dr. Welfrid F. Ruku, M.Th., M.A., antara lain, pertama, ketaatan orang beriman kepada Allah yang akan membuat seseorang akan berhasil dalam setiap usahanya.

Kedua, agar setiap usaha dapat diperhatikan maka harus benar-benar bergaul erat dengan Allah,

Ketiga, harus memiliki disiplin dan kerja keras.

Keempat, Tuhan telah memberikan tangan bagi setiap orang untuk mampu memperoleh berkat dari setiap usaha yang ia kerjakan. Oleh karena itu pergunakanlah pemberian Tuhan dengan baik dan bijaksana.

Kelima, kunci agar menjadi pemimpin yang baik adalah memiliki kerendahan hati.

“Ketika saya diberitahu akan menjadi Penjabat Wali Kota Kupang, saya berdoa agar Tuhan melengkapi saya dengan karakter Kristus, supaya di mana saya memimpin nanti, Kristus dinyatakan yaitu melayani dengan kasih,” tegas Hadjoh.

Hadjoh berpesan kepada Sinode GMIT agar semua pendeta yang emeritus untuk membuat sebuah Christian Center di 3 (tiga) pulau besar di NTT yaitu Pulau Timor, Pulau Sumba dan Pulau Flores. Tujuannya adalah memberikan wadah kepada pendeta yang telah memiliki pengalaman pelayanan lebih dari 30 tahun untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan yang luar biasa kepada anak-anak muda gereja.

Di akhir sambutannya Hadjoh memiliki sebuah harapan besar menjadikan Kota Kupang sebagai kota terbersih di Indonesia dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

Ia berharap GMIT bersama pendeta dan jemaatnya dapat mendukung usaha Pemerintah Kota Kupang ini dengan memberikan edukasi, mengimbau dan bekerja bersama masyarakat membersihkan lingkungannya masing-masing dimulai dari kebersihan kamar mandi, penempatan tempat sampah hingga lokasi pembuangan sampah sementara (TPS) sebelum diangkut oleh truk sampah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang. (pkp_chr)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *