Gubernur NTT Buka Sidang Majelis BPD NTT Gereja Bethel Indonesia

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Sidang Majelis Daerah (MD) II Khusus Gembala Tahun 2022 Badan Pengurus Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur Gereja Bethel Indonesia (GBI) secara resmi dibuka oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat, yang diwakili Asisten III/Administrasi Setda Provinsi NTT.

Kegiatan yang berlangsung di GBI Bukit Sion, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (31/5/2022), diikuti oleh 342 orang gembala se-Nusa Tenggara Timur.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana disaksikan kabarntt.co, acara pembukaan sidang MD II Khusus Gembala BPD NTT Tahun 2022 ditandai dengan pemukulan gong oleh Asisten III Setda NTT, Samuel Halundaka, bersama Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi didampingi Wakil Bupati Sabu Raijua, Ketua BPP GBI, dan Ketua BPD GBI NTT serta sejumlah tamu undangan lain.

Ketua Panitia Sidang MD II Khusus Gembala tahun 2022, Pdt. Yosep Abi, kepada wartawan menjelaskan, sesuai agenda kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yakni tanggal 31 Mei – 2 Juni 2022 yang dilakukan secara on site maupun virtual.

Menurut Pdt. Yosep, kegiatan ini  merupakan kegiatan perdana yang berlangsung di Kota Kefamenanu dan menjadi sejarah bagi seluruh jemaat Bethel Indonesia di Kabupaten TTU, terutama bagi jemaat di GBI Bukit Sion Kefamenanu sebagai tuan rumah dilaksanakannya Sidang MD II Khusus Gembala Tahun 2022 BPD NTT.

Pdt. Yosep  berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan keputusan-keputusan yang terbaik bagi GBI khususnya di Kabupaten TTU demi pertumbuhan dan perkembangan Gereja.

“Ini suatu anugerah bagi kami, karena sidang ini teramat sangat bermartabat dan kami juga bersyukur karena dipercaya untuk melaksanakan kegiatan akbar ini,” tutur Pdt. Yosep.

Kesempatan yang sama, Ketua BPD GBI NTT, Pdt. Kirenius Bole, S.Th., M.Pd., mengatakan, fokus utama dalam Sidang MD II Khusus Gembala tahun ini yakni untuk semakin meningkatnya sinergitas antara gembala dan jemaat, masyarakat serta pemerintah.

Lebih lanjut, kata Pdt. Kirenius, dalam kegiatan ini terdapat 2 agenda utama yang dibahas, yakni penguatan organisasi serta program kerja serta anggaran GBI untuk 1 tahun ke depan.

“Salah satu programnya adalah saat ini kami sedang membangun gedung kantor BPD GBI NTT di Kupang, yang akan menjadi tanggung jawab dari semua gembala. Karena gedung itu akan menjadi pusat pelatihan bagi semua gembala di NTT, ” ucap Pdt. Kirenius.

Pdt. Kirenius juga berpesan kepada seluruh gembala yang mengikuti kegiatan tersebut agar mengikuti semua sesi dalam sidang tersebut dengan sungguh-sungguh.

Hal itu, lanjut Pdt. Kirenius, perlu untuk dilakukan sehingga peserta bisa lebih memahami apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya sidang tersebut.

“Semua peserta diharapkan betul-betul mengikuti sidang ini dengan serius, sehingga bisa memahami tujuan dari persidangan ini, sehingga dapat mengimplementasikannya di Gereja masing-masing, ” harapnya.

Sementara Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) GBI, Pdt. Hengky So, M.Th., menuturkan, tema “Menjadi Gereja Sehat Yang Melakukan Penanaman Gereja” memiliki makna bukan untuk menjadi besar dan hebat, melainkan untuk memenangkan jiwa.

“Kita berharap GBI yang ada di NTT menjadi Gereja yang sehat dengan salah satu tandanya yakni bisa menanam Gereja. Salah satu strategi memenangkan jiwa adalah dengan menanam Gereja,” tutup Pdt. Hengky. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *