Gegara Alkohol, 2 Pekerja di PLBN Napan Dianiaya

KEFAMENANU KABARNTT.CO – Dua  orang warga Desa Banain A diduga dianiaya oleh 3 orang yang berasal dari Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Dugaan penganiayaan tersebut terjadi, Jumat (6/5/2022), di lokasi pekerjaan proyek Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Napan. Para terduga pelaku ketika  melakukan aksi dalam kondisi mabuk miras.

Bacaan Lainnya

Kedua orang yang dianiaya yakni Gensianus Uskenat (25) dan AU (16). Korban merupakan dua saudara kandung.

Kepada wartawan, AU mengatakan dirinya dikeroyok bersama kakaknya sekitar jam 3 sore  di lokasi kerja PLBN Napan gara-gara dipanggil tidak respon.

“Kami tidak ada masalah pribadi dengan para pelaku, namun kami dikeroyok karena mereka (pelaku-Red)  panggil,  saya tidak jawab,” kata AU.

Menurut AU, awalnya dia  berdiri bersama bosnya. “Mereka panggil namun saya tidak jawab karena sonde enak. Mereka sudah mabuk. Karena tidak jawab, makanya mereka datang dan langsung pukul saya,” jelas AU

AU menambahkan, para pelaku minum miras di kompleks kerja.

Sementara itu kakak kandung AU, Gensianus Uskenat, mengungkapkan, dirinya bersama adiknya dikeroyok oleh pelaku ketika mereka sedang bekerja.

“Kami dipukul ketika kami sementara bekerja. Kami dengan pelaku memang satu lokasi kerja di PLBN Napan, tapi beda mandor. Awal kejadiannya mereka minum mabuk lalu mereka panggil adik saya namun adik saya tidak jawab. Lalu mereka pergi langsung pukul adik saya,” jelas Gensianus.

Gensianus  melanjutkan, “Ketika adik dipukul, saya ke sana dan tanya, kenapa adik saya dipukul? Ada masalah  apa? Lalu tiba-tiba saja saya dikeroyok,” ungkap Gensianus.

Menurut Gensianus, selama bekerja di PLBN dirinya bersama adiknya tidak ada masalah pribadi dengan para pelaku.

Setelah dianiaya, keduanya dilarikan ke Puskesmas Napan untuk mendapatkan perawatan dari medis karena terdapat luka sobek di bibir Gensianus. Korban juga telah membuat laporan polisi dan pelaku sudah diamankan di Mapolres TTU. (siu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *