Etape Akhir Tour Jelajah Flores, Legenda Balap Kunjungi Aneka Tempat di Ruteng

Para rider di Kota Ruteng

RUTENG KABARNTT.CO—Puluhan legenda balap nasional tiba pada etape akhir atau etape V menjelajahi bumi Flores dalam tour bertema “Jelajahi Flores 1001 Tikungan” yang digelar selama 24-31 Oktober 2022.

Etape akhir menempuh jarak 140 km atau 4 jam perjalanan dengan mengambil titik start Kota Seribu Gereja – julukan bagi Kota Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai, Sabtu (29/10/2022), menuju Labuan Bajo.  Labuan Bajo Ibukota Manggarai Barat sekaligus menjadi titik akhir tour kali ini.

Bacaan Lainnya

Sebelum meninggalkan Ruteng, sebuah kota yang berada di dataran Pegunungan Mandosawu, para legenda mengunjungi Gereja Katedral Lama Ruteng (sebuah gereja dengan arsitektur bangunan khas Eropa). Mengutip laman kebudayaan Kemendikbud, situs ini masuk dalam “Bangunan Cagar Budaya/Objek Diduga Cagar Budaya”.

Selanjutnya, para legenda mengunjungi Kampung Adat Ruteng Pu’u yang juga masih berada dalam Kota Ruteng, tidak jauh dari Gereja Katedral Lama Ruteng. Kampung ini diperkirakan sudah berusia 800 tahun.

Berpindah dari Kampung Adat Ruteng Pu’u, para legenda menyempatkan diri mengunjungi rumah peninggalan raja dan bupati pertama Manggarai. Rumah ini menjadi saksi bisu peralihan kekuasaan atau pemerintahaan dari raja menjadi bupati setelah Indonesia merdeka.

Perjalanan para riders dilanjutkan. Mereka terus menggeber kuda tunggangannya menuju sawah sarang laba-laba, sebuah areal sawah yang menerapkan sistem pembagian tanah (lingko) berbentuk jaring laba-laba.

Artinya, pusatnya adalah “lodok” dan bagian luarnya disebut “cicing” dalam bahasa Manggarai. Cicing artinya bagian pinggir dari areal persawahan.

Jika dilihat dari ketinggian, areal sawah ini akan terlihat seperti sarang laba-laba. Maka disebut sawah sarang laba-laba.

Perjalanan terus dilanjutkan menuju ke barat Pulau Flores. Sebelum memasuki Kota Labuan Bajo, riders berkunjung ke SMKS Bina Mandiri, Nggorang, Labuan Bajo, Manggarai Barat. Di sini mereka diterima dan disambut dengan pengalungan selendang songket Manggarai dan tarian “tiba meka”, “danding” hingga “caci”.

Kehadiran para riders ke tempat ini untuk memberikan semangat kepada para murid sebagai generasi penerus bangsa untuk semakin terpacu dalam mengejar impian dan cita-citanya.

Perjalanan tour menjelajahi Flores “Tour Jelajah Flores 1001 Tikungan” untuk Tour de Flores Heritage 2022 (TdFH) kali ini berakhir di Gua Batu Cermin.

Para legenda disambut oleh anggota Komisi X DPR RI, Dr. Andreas Hugo Parera, Kadis Pariwisata NTT, Sony Libing, Kadispar Mabar, Pius Baut dan Direktus BOPLF, Shana Fatima. (ias)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *