DPRD Sumba Timur Dorong Pemerintah Inovatif Turunkan Stunting

WAINGAPU KABARNTT.CO—Merespon instruksi Presiden Jokowi agar setiap daerah menurunkan angka stunting hingga 14 persen tahun 2024 perlu direspon pemerintah dengan berbagai langkah strategis dan inovatif.

Di Kabupaten Sumba Timur, pemerintah juga diharapkan mencar langkah strategis dan inovatif menurunkan angka stunting yang saat ini masih sebanyak 20,09 persen.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi C DPRD Sumba Timur, Ayub Tay Paranda, Minggu (3/4/2022), lewat panggilan telepon menyampaikan pihaknya tetap mendorong dan mendukung seluruh kegiatan yang dilakukan pemerintah.

Semua elemen masyarakat, kata Ayub,  juga perlu bergandengan tangan untuk pencapaian target angka stunting 14 persen di tahun 2024.

“Kemarin saya hadir pada acara pencanangan upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Sumba Timur yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di Gedung Nasional. Dan sebagai wakil rakyat, saya sangat mendorong seluruh usaha pemerintah dalam menurunkan angka stunting di daerah ini agar  bisa di bawah 14 persen di tahun 2024 mendatang,” jelas Ayub.

Menurut Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumba Timur itu, angka stunting dipengaruhi oleh rendahnya akses terhadap makanan dari segi jumlah dan kualitas gizi. Juga dipengaruhi perilaku terutama pola asuh yang kurang baik dalam praktek pemberian makanan bagi ibu hamil, bayi dan balita.

“Pencegahan stunting dimulai dari edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja sebagai cikal bakal calon keluarga, hingga calon ibu yang dapat memahami pentingnya memenuhi kebutuhan gizi saat hamil dan stimulasi bagi janin dan rutin memeriksa kandungan selama masa kehamilan. Dari segi kebijakan, strategi dan program, untuk krtahanan pangan, penanganan dimulai dari usia dini dan seribu hari masa kehamilan,” jelasnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *