DPRD SBD Terus Dorong Vaksinasi Booster

TAMBOLAKA KABARNTT.CO—Meskipun penularan Covid-19 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) sudah sangat menurun hingga tidak ada kasus Covid-19 di masyarakat, namun DPRD SBD tetap mendorong pelaksanaan vaksinasi booster (dosis tiga).

Sesuai up date data vaksinasi Covid-19 di Kabupaten SBD per 27 Juni 2022 sudah sangat memadai dengan cakupan vaksinasi dosis I mencapai 104,81 persen. Vaksinasi dosis II mencapai 67,29 persen. Sedangkan dosia III (booster) baru mencapai 8,82 persen.

Bacaan Lainnya

“Untuk vaskinasi dosis I kami sudah 100 persen lebih. Juga dosis II sudah 67 persen lebih juga. Dan vaksin booster kami terus lakukan sosialisasi agar masyarakat tetap berpartisipasi,” jelas Plt. Kadis Kesehatan SBD, Crist Horo lewat chat whatshapnya, Selasa (28/6/2022).

Menurut Crist, stok dosis vaksin yang tersedia di SBD cukup banyak dan mencapai 2.200 vial. Juga total penggunaan dosis vaksin yang sudah dilaporkan melalui aplikasi smile sudah mencapai 41.268 vial.

Menanggapi pencapaian vaksinasi di Kabupaten SBD, anggota Komisi C DPRD SBD, Heri Pemudadi, mengapresiasi kerja keras Pemerintah SBD dalam hal ini Dinas Kesehatan SBD.

Namun karena persentasi vaksin booster baru 8 persen lebih, maka DPRD SBD tetap mendorong kegiatan vaksinasi harus tetap berjalan.

“Meskipun kasus Covid-19 di SBD sudah sangat menurun, kasusnya tidak ada lagi, namun kami sebagai wakil rakyat tetap mendorong pemerintah agar tetap melaksanakan kegiatan vaksinasi. Apalagi booster masih sangat sedikit, sehingga kita juga antisipasi jika masih ada gelombangnya nanti,” tegasnya.

Ketua Fraksi Golkar DPRD SBD ini  juga menyampaikan bahwa instruksi Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Emanuel  Melkiades Laka Lena, sangat jelas, yakni tetap mendorong pemerintah agar gencar dalam kegiatan vaksinasi.

“Ketua kami menjadi contoh yang baik. Meskipun kasus covid sudah menurun, namun Pak Ketua tetap melakukan sosialisasi pentingnya vaksinasi. Karena itu kami tetap mendorong pemerintah agar tetap melakukan vaksinasi, baik itu di rumah sakit, puskemas maupun di pustu-pustu,” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *