Biro Perekonomian dan BEI NTT Gelar Sekolah Pasar Modal

ntt sekolah pasar modal

KUPANG KABARNTT.CO—Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama OJK Perwakilan NTT dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan NTT, menggelar edukasi pasar modal.

Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk literasi keuangan dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan perencanaan dan pemanfaatan keuangan secara bijak dan terencana.

Bacaan Lainnya

Kegiatan yang dilaksanakan, Selasa (28/6/2022), bertempat di Aula Subasuka Paradise Kupang ini dimoderasi oleh Dr. Henny Manafe, salah satu akademisi dari Unika Widya Mandira Kupang.

Hadir pada kegiatan ini perwakilan OJK NTT, Asisten 2 Setda NTT, Kepala BEI Perwakilan NTT, Representative Officer PT. Philips Securitas Indonesia Cabang Kupang, sejumlah pimpinan OPD dan BUMD Provinsi NTT serta perguruan tinggi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda NTT, Ganef Wurgiyanto A.Pi, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi kepada  Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT, Perwakilan OJK NTT, dan  Kepala BEI Perwakilan NTT yang telah menginisiasi kegiatan Sekolah Pasar Modal untuk pejabat struktural dan fungsional lingkup Pemprov NTT serta BUMD Provinsi NTT.

Pilihan ASN sebagai peserta edukasi pasar modal, kata Ganef,  adalah bagian dari upaya konkrit mewujudkan ASN yang entrepreneurs.

Ganef berharap agar edukasi pasar modal ini dapat mencegah setidaknya mengurangi jumlah ASN bahkan masyarakat NTT yang terjebak sebagai korban dalam bisnis Investasi bodong yang saat ini sedang gencar di NTT.

Pada tempat yang sama, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT,  Dr. Drs. Jusuf L. Rupidara, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah pasar modal ini adalah salah satu bukti kehadiran pemerintah dalam upaya mendekatkan dan memperkenalkan bisnis investasi kepada masyarakat NTT, termasuk ASN.

Lery berharap kehadiran BEI Perwakilan NTT tidak dilihat sebagai peluang investasi dalam konteks melakukan transaksi keuangan semata, tetapi kehadiran BEI Perwakilan NTT juga mampu mendorong dan menumbuhkan semangat pelaku ekonomi NTT untuk hadir sebagai emitem dalam bursa pasar modal yang dijalankan oleh BEI NTT.

Lery percaya dengan pola pendekatan yang mengutamakan pemberdayaan, kehadiran BEI NTT mampu menggairahkan dunia usaha NTT, serta menjadi penopang serta solusi permodalan bagi pelaku usaha UMKM NTT.

Selanjutnya Lery juga berharap agar dengan kehadiran para pejabat struktural dalam sekolah pasar modal ini dapat memainkan peran ganda sebagai subjek-subjek privat dan juga pejabat publik tersebut berpengaruh menginklusifkan paraktek-praktek pasar modal ini.

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia NTT, Adevi Sabath  Sofani, dalam pemaparan materinya menjelaskan bahwa saat ini investasi modal yang dilakukan di pasar modal lebih banyak didominasi oleh golongan milenial.

Hal ini karena Bursa Efek Indonesia dan hampir semua pegiat pasar modal telah memoderenisasi sistem transaksi keuangan termasik investasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Pada posisi ini golongan milenial adalah golongan yang sangat familiar terhadap pemanfaatan teknologi informasi.

Dalam kaitan dengan progress pasar modal di NTT, Devi menyampaikan bahwa masyarakat NTT sesungguhnya tidak bisa dikatakan sebagai golongan yang belum ramah dengan investasi, karena faktanya tercatat jumlah transaksi dari Januari sampai Mei 2022 di NTT sebesar Rp 1,2 triliun, investor pasar modal sampai Mei 2022 berjumlah 45.537. Bahkan saat ini di Kota Kupang sudah ada 2 perusahan sekuritas yang menjalankan bisnis operasi investasi ini.

Berkaitan dengan maraknya korban investasi bodong yang terjadi di NTT akhir-akhir ini, Devi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati, terutama lebih cerdas dan logis menganalisa keuntungan yang ditawarkan.

Sebab keuntungan yang harus ditawarkan dalam bisnis pasar modal harus berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Indikator awal ini adalah salah satu petunjuk untuk menilai baik tidaknya bisnis investasi yang mau diikuti, selain sejumlah persyaratan legal lainnya.

Sebagai komitmen BEI Perwakilan NTT untuk mengedukasi masyarakat terkait bisnis investasi yang sehat, dan dalam upaya menekan korban investasi bodong, BEI Perwakilan NTT akan terus melakukan pendampingan kepada semua masyarakat baik perorangan maupun kelompok.

Dan untuk hal ini tercatat sejak Januari-April telah melakukan 573 edukasi baik secara online maupun offline.

Representative Officer PT. Philips Securitas Indonesia Cabang Kupang, Anden, dalam pemaparan materinya memberikan pencerahan kepada peserta tentang kiat-kiat bermain di pasar modal, dengan memperkenalkan Platform PT. Philips Securitas.  (paul/biro perekonomian dan administrasi setda ntt)

Pos terkait