Atasi Belalang di Sumtim, FAO Fasilitasi Penyemprotan dari Udara

Nico Pandarangga

WAINGAPU KABARNTT.CO—Kabupaten Sumba Timur beruntung. Mengatasi hama belalang yang sangat mengganggu, The Food and Agriculture Organization (FAO) atau organisasi pangan dan pertanian dunia memfasilitasi dengan penyemprotan dari udara.

Seperti sudah umum diketahui, hama belalang sudah sangat meresahkan para petani di daratan Sumba, terutama Sumba Timur. Saban tahun musuh utama para petani ini menyerang tanaman warga hingga ratusan hektar.

Bacaan Lainnya

Pemerintah dan masyarakat sangat sulit mengendalikan hama belalang karena populasinya yang demikian banyak.

Kabar baik datang dari FAO, organisasi pangan dan pertanian dunia yang bernaung di bawah PBB. Kabar baik ini diungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Sumba Timur, Nico Pandarangga.

Kepada media di Waingapu, Nico  mengatakan upaya pengendalian hama belalang kini mendapat dukungan dari The Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) atau organisasi pangan dan pertanian dunia yang berada di bawah PBB.

Sejak Juli 2022, kata Nico, perwakilan FAO di Indonesia telah bertemu pemerintah daerah di Pulau Sumba untuk memastikan pelaksanaan pengendalian hama belalang. Langkah pertama adalah melaksanakan Project Inception Workshop tentang tanggap darurat serangan hama belalang di Pulau Sumba di Waingapu.

Pada September 2022, kembali dilakukan pemantapan antara Perwakilan FAO di Indonesia dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Timur untuk pelaksanaan penanggulangan belalang.

“Pelaksanaan penanggulangan bencana hama belalang dilakukan dengan dua cara, yakni dengan penyemprotan di darat dan dan udara. Info terakhir dari FAO, mereka memfasilitasi penyemprotan dari udara menggunakan pesawat ATR,” kata Nico sebagaimana dikutip dari kupang.tribunnews.com, Senin (21/11/2022).

Nico yang juga menjabat Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja itu mengatakan, menindaklanjuti Project Inception Workshop dari FAO dan Kementerian Pertanian melalui Ditjen Tanaman Pangan pada Juli 2021 lalu, kini dilaksanakan pelatihan bimbingan teknis penanganan belalang kembara di Kabupaten Sumba Timur 15 November 2022 pekan lalu.

Pelatihan di Aula Kantor Dinas Pertanian melibatkan petugas brigade yang dilatih penanganan belalang secara serentak.

“Saat ini dilihat oleh Kementan RI, persiapan daerah untuk tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan yang lalu seperti apa,” kata Nico.

Berdasarkan kesepakatan FAO, upaya pengendalian serentak akan dilaksanakan sepekan. Upaya itu juga akan melibatkan seluruh infrastruktur pengendalian hama yang telah dibentuk pemerintah kabupaten seperti Brigade dan Regu Pengendalian Hama atau RPH hingga tingkat desa.

Nico mengaku, pemerintah daerah kini menunggu informasi pelaksanaan penyemprotan dari FAO.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *