87 Karyawan Baru Swasti Sari Perkuat Mental di Brigif 21 Komodo

KUPANG KABARNTT.CO—Kopdit Swasti Sari sudah hampir 8 tahun bekerja sama dengan Brigif 21 Komodo membina mental dan ketahanan tubuh karyawan baru sebelum menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Kali ini ada 87 karyawan baru, di antaranya 30 karyawan senior yang direkomendasikan untuk mengikuti ketahanan mental tersebut.

Bacaan Lainnya

“Ya, karyawan harus tahu yang namanya disiplin, bagaimana membina mental mereka agar lebih matang ketika berhadapan dengan masyarakat, serta ketahanan tubuh mereka harua lebih kuat.  Karena dalam melayani masyarakat kan harus perlu ketahanan yang bagus, apalagi mereka nanti akan berbaur dengan masyarakat di kampung dan di desa.  Tujuannya itu, sehingga kita kerja sama dengan Brigif 21 Komodo,”  jelas GM Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, Rabu (22/6/2022), setelah melepas karyawan baru kepada perwakilan Brigif 21 Komodo.

Menurut Sason Helan, tahapan ini adalah tahapan paling akhir setelah pemeriksaan kesehatan di Prodia Kupang.

“Pemeriksaan kesehatan kita lakukan di tempat yang sudah standar nasional, di Prodia. Ada 5 hal dalam pemeriksaan kesehatan yakni tidak boleh sakit jantung, TBC, hepatitis, sakit keturunan, kelamin dan tato serta telinga tindik-tindik tidak boleh,” papar Sason.

“Hari ini 87 orang karyawan  baru Swasti Sari akan mengikuti pelatihan di Brigif 21 Komodo. Dan ini sering kita lakukan di tahap akhir tes sebelum ditempatkan di daerah mana saja. Kegiatan ini untuk meningkatkan kedisiplinan dan ketahanan diri dalam memasuki dunia kerja. Kami bukan hanya membutuhkan otak, namun juga ketahanan diri,” jelas Sason.

Sason juga memastikan rekrutmen karyawan baru Swasti Sari jauh dari kepentingan sempit. Tidak ada nepotisme, kolusi atau bermain uang. Juga tidak ada yang disisip-sisipkan serta tidak ada titipan.

“Saya bilang Swasti Sari bersih dan semua karyawan mendapatkan posisinya memang murni dari kemampuan dan disiplinnya bekerja keras. Swasti Sari bukan milik orang tertentu saja, tapi milik semua orang yang punya tekad yang tinggi. Tidak ada juga karang mengarang di lembaga ini, murni kemampuan peserta. Karena hanya dengan belajar bersih semua orang berhak mendapatkan posisi yang mampu ia capai,” tegasnya.

Sason mengajak semua karyawan untuk belajar bersih di rumah yang kecil ini sehingga menjadi bekal bagi kita untuk melayani orang-orang di pinggiran, di pelosok, bahkan yang tidak terjangkau sekalipun.

“Kita hadir di lembaga ini untuk melayani dengan penuh tanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara Pasi Ren Brigif 21 Komodo, Kapten Inf. Bagus Hananto Susilo, memberikan ucapan selamat kepada peserta yang sudah mencapai tahap akhir dan akan segera resmi menjadi bagian dari Swasti Sari.

“Untuk kegiatan yang akan diselenggarakan di Brigif 21 Komodo, kurang lebih akan dilaksanakan selama 4 hari. Kegiatan ini bukan untuk menyiksa, tetapi untuk menumbuhkembangkan disiplin, semangat dan pantang menyerah. Karena dunia kerja adalah dunia yang penuh tantangan, sehingga dengan semangat disiplin yang kuat kalian akan mampu bersaing dengan penuh kepercayaan serta komitmen berdasarkan kejujuran dan kebenaran,” seru Bagus. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *