Rumah Sakit Taraf Internasional Bakal Dibangun di Labuan Bajo

LABUAN BAJO KABARNTT.CO–Rumah sakit bertaraf internasional bakal dibangun di Kota Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Informasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Manggarai Barat (Mabar), dr. Yulianus Weng, M.Kes, usai menemui perwakilan pihak Kementerian Kesehatan di Kantor Bupati Mabar, Kamis (16/12/2021) siang.

Bacaan Lainnya

“Rencananya RS taraf internasional tersebut akan dibangun di lokasi RSUD Komodo, Manggarai Barat  demi mendukung ekosistem kesehatan berwisata di Manggarai Barat,” terang dr. Weng kepada media.

Merespon informasi tersebut, mewakili masyarakat Mabar, Weng menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada pihak Kemenkes.

“Hal pertama, pihak Kemenkes sudah menaikkan status RSUD Komodo dari tipe D menjadi C saat ini, juga nantinya akan naik kelas lagi menjadi tipe A,” ujarnya.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan demi mendukung pariwisata Super Premium di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Bukti komitmen tersebut, kata Weng, tahun 2022 Kementerian melalui dana DAK akan membangun gedung RS skala internasional di Mabar senilai Rp 103 miliar.

Weng  menambahkan, pihak Kemenkes bahkan sudah menyusun rancangan Detail Engineering Design (DED) pembangunan gedung RS tersebut.

Oleh karena itu dirinya berharap agar di awal tahun 2022 nanti segera ditenderkan.

Weng menyampaikan, selain pembangunan gedung RS, pihak Kemenkes juga akan memberikan bantuan fasilitas kesehatan (Faskes). Di antaranya faskes di RS, juga faskes di seluruh puskesmas yang ada di Manggarai Barat.

“Seperti alat USG dan lainnya, akan ada di tiap puskesmas di Mabar. Alat tersebut digunakan untuk pengecekan bagi ibu hamil, sehingga ibu hamil yang di desa-desa, tidak lagi datang di rumah sakit yang ada di Kota Labuan Bajo, tetapi mereka mendapat pelayanan USG oleh tim dokter yang terlatih di tiap puskemas,” kata Weng.

Karena itu, Weng berharap agar pembangunan RS tersebut dapat berjalan lancar sesuai rencana.

“Sehingga Manggarai Barat nantinya akan dikenal bukan saja dikenal spot wisatanya juga menjadi wisata medis (medical tourism) dan wisata kesehatan (wellness tourism),” ungkap Weng.

Sebab, menurutnya, untuk menjadikan suatu daerah maju, wisata kesehatan ini menjadi penting. Sehingga wisatawan yang datang ke Labuan bajo, bukan saja menikmati obyek wisatanya saja, tetapi juga menikmati fasilitas kesehatan dengan standar internasional. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *