Pencurian Karang di Labuan Bajo, Ini Penjelasan BTNK

LABUAN BAJO KABARNTT.CO—Menyusul penangkapan tiga terduga pelaku pencurian karang di Kawasan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Manggarai Barat (Mabar),  BTNK angkat bicara.

Ketiga warga yang mengambil karang itu  yakni F (14) dan K (25) warga Pulau Papagarang Desa Papagarang, sedangkan R merupakan warga Pulau Boleng.

Bacaan Lainnya

“Mereka diamankan lantaran mengambil terumbu karang di perairan Siaba Besar yang merupakan kawasan BTNK menggunakan perahu motor,” ungkap Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, melalui Kasat Polhut Balai TNK, Julizar Riduan.

Riduan menjelaskan, mulanya  tim patroli BTNK bersama warga Papagarang yang ditugaskan memantau kebakaran,hendak melakukan patroli dengan tujuan untuk pencegahan kebakaran hutan.

Kegiatan patroli dilakukan di wilayah kerja seksi 3 termasuk Pulau Siaba.

“Saat teman-teman melakukan patroli ke Pulau Siaba, mereka melihat ada satu perahu motor yang sedang melakukan aktivitas di pulau tersebut. Tepatnya di Siaba Besar bagian barat yang notabene adalah lokasi snorkeling,” kata Riduan.

Tim patroli, kata Riduan, kemudian menghampiri perahu motor tersebut. Dan  tim  melihat aktivitas warga tersebut sedang mengambil sejenis soft coral di lokasi tersebut.

Saat dikonfirmasi, ternyata warga tersebut mengambil soft coral untuk diperdagangkan. Lalu kemudian para pelaku diamankan dan dibawa ke Labuan Bajo untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Riduan menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan sembari berkoordinasi dengan Kantor Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Provinsi NTT di Kupang guna  memastikan jenis karang yang diambil ketiga terduga.

“Tim dari PSDKP Kupang dalam waktu dekat akan tiba di Labuan bajo untuk mengidentifikasi jenis karang tersebut,” bebernya.

Menurut  Riduan, perlindungan terumbu karang lebih tepatn ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sementara itu barang bukti berupa karang yang diamankan berjumlah dua baskom besar dan dua ember kecil.

Menurutnya, penangkapan terhadap terduga pelaku pencurian karang di kawasan BTNK baru terjadi pertama kali. Hal tersebut mengakibatkan dampak buruk terhadap ekosistem di laut.

Karena bagaimana pun, jelasnya, ekosistem laut memiliki hubungan satu sama lain dan memengaruhi biota laut.

“Kehilangan satu spesies atau jenis terumbu karang otomatis akan berpengaruh terhadap ekosistem terumbu karang sendiri,” tutupnya. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *