Pencuri Karang di Kawasan BTNK Komodo Diamankan

LABUAN BAJO KABARNTT.CO—Tiga terduga pelaku pencuri karang di Kawasan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Manggarai Barat (Mabar), diamankan Tim Patroli, Selasa (26/10/2021).

Ketiga pelaku merupakan warga Pulau Boleng dan Pulau Papagarang, Kabupaten Manggarai Barat dengan inisial F (14) K (25) R (23).

Bacaan Lainnya

Mereka melancarkan aksi menggunakan perahu motor PK 7.5.

Pantauan media ini di lokasi, tiga terduga pelaku bersama tim patroli tiba  di Pelabuhan Philemon, Labuan Bajo, sekitar pukul 12.00 Wita.

“Ini pertama kali kami mencuri karang dan ditangkap karena sedang mengambil karang,” kata terduga R.

Barang bukti karang yang dicuri para terduga di BTNK

Dari keterangan R, ketiganya diamankan sekitar pukul 08.00 Wita, di sekitar perairan Pulau Siaba Besar (masuk kawasan TNK) karena sedang mengambil karang.

“Kami diamankan sekitar jam 08.00 di lokasi,” lanjut R.

Karang yang diambil merupakan jenis karang lembut atau soft coral dan karang keras. Sebanyak 4 ember berhasil diamankan dari tangan pelaku.

Dalam rencana R mengaku karang tersebut akan dijual ke W, warga Pulau Papagarang dengan harga Rp 10.000 per tiga batang.

Dari Pelabuhan Philemon, ketiganya langsung diarahkan menuju Kantor BTNK menggunakan mobil patroli.

Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang, saat hendak dikonfirmasi mengarahkan media untuk menemui  Julizar Riduan, Kasat Polhut Balai TNK.

“Pak Awang bilang langsung saja menemui Pak Ridwan untuk meminta keterangan,” kata salah satu staf keamanan  di Balai TNK.

Beberapa rekan wartawan pun antusias dan langsung menuju kantor Polhut sesuai arahan.

Setiba di kantor Polhut benar saja, Ridwan langsung berpapasan dengan wartawan di depan kantor, namun hendak bepergian.

“Pak kami mau konfirmasi terkait penangkapan terduga pencurian terumbu karang,” pinta wartawan.

“Sebentar, saya belum mendapat penugasan dari Pak Awang,” kata Ridwan singkat, sambil menuju mobil dan langsung meninggalkan awak media.

Hingga berita ini diturunkan pihak BTNK belum memberi keterangan. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *