NTT Bebas Rapid Antigen dan PCR, Harus Tetap Jaga Prokes

KUPANG KABARNTT.CO—Secara resmi Gubernur NTT sejak 22 November 2021 telah membebaskan kewajiban tes antigen dan PCR bagi para pelaku perjalanan dalam wilayah provinsi yang sudah dua kali menerima vaksin.   Sedangkan yang baru menerima satu kali vaksin mesti menunjukkan hasil rapid antigen yang berlaku 1x 24 jam sebelum keberangkatan.

Kebijakan ini merupakan Instruksi Gubernur NTT dengan surat nomor  120.443/sk.65/XI/2021 tanggal 22 November 2021. Kebijakan ini  mendapat dukungan Ketua Yellow Clinic Golkar NTT, John Oematan.

Bacaan Lainnya

ntt_instruksi gubernur

John Oematan mengingatkan, kebijakan ini bagus terutama untuk mendukung mempercepat pemulihan ekonomi. Tetapi juga mesti dijaga dengan tetap mentaati protokol kesehatan (Prokes) secara ketat. Apalagi, persentase vaksinasi di NTT masih terbilang rendah.

Untuk diketahui dari target 3.842.439 warga NTT yang harus divaksinasi, ternyata sejauh ini baru 50,56 persen atau sekitar 1.937.248 orang yang sudah menerima vaksin  dosis pertama. Jauh lebih rendah lagi untuk dosis kedua, yang  baru menjangkau 25,64 persen atau sekitar 972.526 orang.

Capaian itu masih sangat jauh dari standar kekebalan komunitas (herd immunity) dengan target minimum 80 persen vaksinasi dosis kedua. Gubernur NTT meminta  sampai akhir Desember vaksinasi di NTT sudah mencapai 80 persen.

John Oematan, Kamis (25/11/2021),  di kantor DPRD NTT menjelaskan, persentase vaksinasi di NTT baru mencapai 50 persen. Karena itu harus digenjot vaksinasi serta sosialisasi di NTT agar meskipun waktu kita sedikit sampai Desember, namun tetap harus gencar agar persentase kita mendekati target,” tegasnya.

Menurutnya, Partai Golkar sudah gencar melakukan vaksinasi dari bulan Agustus lalu, dan cukup besar dosis vaksin yang diberikan di NTT.

“Tahap 1 itu Partai Golkar giat vaksin itu sekitar 32 ribu dosis vaksin, tahap II itu yang sementara jalan mencapai 150 ribu dosis vaksin. Sehingga jika ada pihak ketiga yang mau giat vaksin ya harus didukung dengan penuh sehingga bisa mendekati persentase vaksinasi di NTT,” serunya.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar ini lebih lanjut mengatakan, jika hanya mengandalkan dinas kesehatan agak susah. “Makanya pesan saya kepada dinas kesehatan itu supaya jangan hanya mengharapkan partai politik yang sudah berpartisipasi tetapi juga gandenglah LSM dan pihak-pihak mana saja yang bisa membantu mendukung TNI-Polri.  Ayo semua kita rangkul supaya bisa percepat proses vaksinasi ini karena kita mengejar minimal 80 persen pembentukan herd immunity di Desember ini,” tandasnya.

Oematan mendukung kebijakan Gubernur NTT membebaskan rapid dan PCR untuk pelaku perjalanan dalam wilayah NTT.

“Membebaskan rapid dan PCR memang ini mendukung memperbaiki ekonomi, dan memang sangat baik. Namun pembebasan ini juga ya harus dengan cermat juga, jangan sampai kita terlalu lalai dan mengabaikan penyebaran virus Covid-19. Kita tetap mengantisipasi penyebaran dari pelaku perjalanan dan mengantisipasinya dengan baik dengan protokol kesehatan yang ketat,” imbuhnya. (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *