DPRD Kota Kupang Sayangkan Renovasi SMPN 6 Belum Tuntas

KUPANG KABARNTT.CO—Renovasi dua ruangan kelas dan 1 ruangan perpustakan di SMPN 6 Kota Kupang menuai soal.  Atap  ruangan baru itu sudah bocor da plafon rubuh diterjang hujan beberapa hari terakhir.

Kondisi ini memicu Komisi IV DPRD Kota Kupang, Senin (8/11/2021) sore, turun ke lokasi melihat langsung renovasi ruangan kelas dan ruangan perpustakaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Mendapati kondisi pengerjaan kurang beres, kalanan Dewan sangat menyesal. Tak ayal, wakil rakyat itu meminta kontraktor segera membenahi seluruh atap yang bocor dan juga segera menyelesaikan renovasi tersebut karena anak-anak akan mulai sekolah tatap muka.

Renovasi dua ruangan kelas itu dikerjakan CV. Putra Momang menghabiskan anggaran mencapai Rp  754.533.000 dengan durasi kerja sampai 18 November 2021.

Sedangkan renovasi ruangan perpustakaan dikerjakan CV. Tujuh Jaya dengan anggaran Rp 310.774.000 dengan tempo sampai dengan 13 November 2021. Pengerjaan renovasi ini sudah dilakukan dari tanggal 22 Juli 2021 lalu.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang, Alfred Djami Wila, selepas kunjungan  itu meminta pengerjaan renovasi tersebut dibereskan sebelum jatuh tempo, memgingat siswa-siswa sudah harus menggunakan ruangan kelas untuk sekolah tatap muka.

“Kami lihat yang terjadi di lapangan tidak akan selesai pada masa kerja yang diberikan, karena pengerjaannya belum 90 persen, apalagi tersisa waktu 9 hari saja. Namun kami tetap minta mereka harus selesai pada waktu yang telah ditentukan karena anak-anak SMP sudah harus memakai ruangan untuk belajar,” tegas Alfred.

Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Kupang ini juga mendapat  laporan bahwa ruangan kelas itu bocor pada saat hujan. Padahal pengerjaan sementara jalan.

“Anggaranya sangat besar, masa pekerjaannya tidak bisa diselesaikan dengan baik? Saya lihat bangunan tidak betul juga, tidak rapih, masa hanya ruang kelas saja tidak diselesaikan secepatnya sesuai dengan waktu yang ditentukan? Padahal direnovasi, tapi masih ada juga atap yang bocor, ini sudah tidak betul,” sesalnya.

Pihaknya juga melihat bahwa pekerjaan renovasi tersebut hanya buang waktu saja. “Untuk itu saya sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Kupang meminta kepada Dinas Pendidikan untuk betanggung jawab atas pekerjaan ini dan juga terus mengawasi pekerjaaan sehingga tidak lepas dari pengawasan.  Harus beri teguran keras kepada kontraktor yang asal-asalan seperti ini,” tandasnya.

Sementara Ketua Komisi IV, Maudy Dengah, menjelaskan, ada laporan dari masyarakat bahwa ruangan yang direnovasi bocor namun pekerja tetap memasang plafon, sehingga plafon pun rusak dan rubuh.

“Kita dari Komisi IV ini mau pekerjaan renovasi ini dapat diselesaikan dengan baik juga sesuai dengan tempo yang diberikan. Kami minta agar dinas harus dapat menjelaskan pekerjaan ini kenapa bisa seperti ini karena masa kerja pembangunan sekolah batas waktu 18 November 2021,sekarang sudah masuk pada bulan November, hanya tinggal 9 hari saja tapi, tapi pekerjaan pun belum sampai 100 persen?” kata  anggota Fraksi Demokrat tersebut.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *