KEFAMENANU KABARNTT.CO—Dosen Program Studi Peternakan Universitas Timor (Unimor) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) mengaplikasikan complete feed pada penggemukan sapi bali di Kelompok Tani/Ternak Nekmese, Desa Usapinonot, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Hadir pada kesempatan tersebut ketua tim Dr. Paulus Klau Tahuk, S.Pt., MP, anggota tim Gerson Frans Bira, S.Pt., M.Si, Ketua Kelompok Tani/Ternak Nekmese Leonardus Leu dan anggota kelompok.
Ketua Tim LP2M, Dr. Paulus Klau Tahuk, S. Pt., M.P, melalui anggotanya Gerson Frans Bira, S. Pt., M.Si saat ditemui di Aula Kelompok Tani/Ternak Nekmese, Rabu (4/8/2021), mengatakan complete feed yang dilatih dan diaplikasikan pada Kelompok Tani Nekmese merupakan hasil penelitian yang selama ini telah dilakukan oleh tim guna mempercepat pertumbuhan ternak.
Berdasarkan penelitian tahun 2019, katanya, sapi bali yang dipelihara selama tiga bulan menunjukkan complete feed tersebut disusun untuk meningkatkan pertambahan berat badan pada ternak sapi bali sebesar 0,75–1 kg/ekor/hari.
“Selama ini peternak kita memelihara ternak dengan sistem intensif atau paronisasi membutuhkan waktu yang cukup lama sekitar 1,5-2 tahun untuk mendapatkan berat ternak yang sesuai untuk dapat dijual,” ujar Gerson.
Gerson menjelaskan, complete feed tersebut memanfaatkan bahan makanan yang mudah ditemui dan harga terjangkau oleh masyarakat di desa tetapi memiliki kandungan nutrisi cukup tinggi berupa daun gamal, jagung, dedak padi, rumput alam, jerami padi dan brand pollard kemudian dicampur sesuai dengan kebutuhan ternak penggemukan.
“Sehingga dengan adanya kegiatan ini sangat membantu kelompok tani/ternak untuk mempersingkat waktu pemeliharaan,” jelas Gerson.
Sementara itu Ketua Tani/Ternak Nekmese, Leonardus Leu, ditemui secara terpisah mengatakan, selama ini untuk menjual ternak dibutuhkan waktu satu sampai 2 tahun pemeliharaan, padahal bahan pakan berupa daun gamal, jagung, rumput alam, jerami padi mudah ditemui.
“Kami mau seperti ini karena walaupun pemeliharaan 6 bulan saja, kami kalkulasikan dalam proses pemeliharaan kami masih tetap rugi, apalagi dalam jangka waktu satu sampai dengan dua tahun, yang jelas sangat rugi,” ungkap Leu.
Leu mengatakan, proses penggemukan dengan metode complete feed tersebut merupaan hal baru bagi pihaknya, tetapi sangat cepat dan tepat untuk diaplikasikan di kelompok tani/ternak bersama anggotanya.
Leu memastikan pihaknya akan menerapkan complete feed pada penggemukan sapi bali di kelompok tersebut.
“Kami memang masih kekurangan mesin coper untuk memudahkan pencacahan rumput alam dan jerami padi, tetapi akan usahakan dengan meminta bantuan kepada pemerintah daerah tetapi kami pastikan complete feed akan diterapkan di kelompok kami ini,” jelas Leu.
Kegiatan pembuatan complete feed tersebut berjalan lancar hingga selesai bersama mahasiswa Program Studi Peternakan, Universitas Timor dan Kelompok Tani/Ternak Nekmese. (siu)