Bupati Simon : Pasar Tradisional di Perbatasan Harus Tetap Hidup

BETUN KABARNTT.CO—Menjawab arahan Presiden RI, Joko Widodo, kepada seluruh kepala daerah dan Forkopimda di provinsi dan kabupaten/kota tentang pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, Senin (17/5/2021), Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH, menyatakan, masyarakat Malaka siap menjalankan arahan itu.

Bupati Simon Nahak saat dikonfirmasi dari Betun, Selasa (18/5/2021), mengungkapkan Kabupaten Malaka akan menjalankan arahan tersebut dengan tetap memperhatikan aturan dan karakteristik di wilayahnya.

Bacaan Lainnya

“Kita pasti jalankan arahan dari presiden dengan tetap berpegang teguh pada aturan yang berlaku serta karakteristik wilayah, sehingga semuanya berjalan dengan teratur,” ungkap Bupati Simon.

Ditanya khusus tentang pertumbuhan ekonomi di wilayahnya, Bupati Simon menyatakan bahwa roda perekonomian di Kabupaten Malaka yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste sampai saat ini terus bergerak.

“Walau harus berhadapan dengan penyebaran virus corona, pemerintah dan masyarakat hingga saat ini terus menggenjot roda perekonomiannya. Dan hingga saat ini semua tetap berjalan karena masyarakat tetap patuh dan taat dengan protokol kesehatan Covid-19,” tandasnya.

Bagi Dosen Ilmu Hukum Universitas Warmadewa Bali ini, hal yang menjadi titik perhatian di Malaka untuk menggerakkan roda perekonomian yakni akses pasar tradisional.

“Masyarakat di perbatasan harus membaca peluang ekonomi dengan memanfaatkan pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah kabupaten maupun dengan kabupaten tetangga. Peluang sangat terbuka lebar,” tutur Bupati.

Dikatakannya, peluang lain adalah pasar di daerah perbatasan antarnegara. Akan tetapi karena situasi pandemi, makanya akses ke negara tetangga belum bisa dilakukan.

“Sekali lagi pasar-pasar di daerah perbatasan wilayah harus dioptimalkan dengan menjual hasil dagangan, guna meningkatkan kesejahteraan masyatakat,” ungkapnya lagi sambil menambahkan, dirinya akan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah perbatasan dengan Malaka seperti TTU, TTS dan Belu.

Bupati Simon juga mengemukakan, untuk berkoordinasi itu pendekatan yang harus diusung adalah pendekatan sosial kemasyarakatan.

“Dulu memang masih soal pendekatan keamanan tapi sekarang sudah harus bergeser ke pendekatan sosial kemasyarakatan, sehingga masyarakat semakin sejahtera,” tutup Bupati Simon. (kominfomalaka/den)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *