Begini Hasil Otopsi Tahanan Yang Meninggal di Sel

WAIBAKUL KABARNTT.CO—Tim forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda NTT dipimpin AKBP dr. Edy Saputra Sibuhan, sudah melakukan otopsi terhadap jenazah (alm) Arkin Ana Bira, Selasa (14/12/2021) di Rumah Sakit Umum Daerah Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.

Otopsi dimulai  pukul 15.33 Wita dan berjalan sekitar tiga jam lebih.

Bacaan Lainnya

“Secara sekilas saya tanya kepada dokter foreksik apakah ada luka tembak atau ada tulang yang patah, dan dokter mengatakan tidak ada luka tembak dan tidak ada tulang yang patah,” tegas Kapolres Sumba Barat, FX. Irwan, kepada media ini beberapa saat usa otopsi, Selasa (14/12/2021) petang.

Irwan mengatakan, jasad korban harus diotopsi supaya semuanya tranparan dan terbukti secara jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan almarhum sehingga bisa meninggal dunia.

Seperti diketahui Arkin Ana Bira meninggal dunia di sel tahanan Polsek Katiku Tanah, Sumba Tengah, Kamis (9/12/2021) lalu. Korban warga Desa Malinjak, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah ini  diduga meninggal akibat dianiaya oknum polisi sesaat setelah ditangkap sejumlah anggota Polres Sumba Barat.

“Otopsi ini kita lakukan supaya ada transparansi terkait dengan penyelidikan yang diduga penganiayaan yang dilakukan oleh anggota kami, dan kami akan segera berkoordinasi dengan Biddokes Polda agar secepatnya mengeluarkan hasil dari otopsi tersebut,” jelasnya.

Sementara  kuasa hukum keluarga korban, Semianda Umbu Kabalu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tinggi kepada Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat karena responsif dan tanggap serta cepat terhadap peristiwa ini.  (np)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *