Polemik Pakaian Dewan, Begini Kata Ketua DPRD Lembata

LEWOLEBA KABARNTT.CO—Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Lembata, Petrus Gero, menanggapi anggota Dewan yang tak mengenakan pakaian seragam pada saat rapat, Senin (21/9/2020).

Menurut Petrus, setiap anggota DPRD terikat dengan peraturan perundang-undangan dan tatib. Maka dari itu, ketua fraksi wajib menegur anggota Dewan yang tidak mengindahkan peraturan dan tatib.

Bacaan Lainnya

“Kalau ketua fraksi sudah menegur lalu tidak diindahkan maka bisa diajukan ke Badan Kehormatan,” ungkapnya di gedung DPRD Lembata.

Menurutnya, ketua fraksi partai politik berperan penting untuk menyampaikan kepada anggota partai tentang cara berpakaian sesuai tatib yang disepakati.

Badan Kehormatan (BK) pun memiliki kewemangan penuh untuk memberi sanksi kepada anggota DPRD yang melanggar aturan.

“Setiap undangan rapat yang dikeluarkan sudah dicantumkan jenis pakaian apa yang akan digunakan untuk rapat,” bebernya.

Sebelumnya, Sekretaris Dewan (Sekwan) Kabupaten Lembata, Burhanudin Kia, mengatakan, ada empat jenis seragam yang disediakan untuk anggota Dewan. Empat jenis seragam ini dianggarkan setiap tahun.

Di antaranya, pakaian dinas lapangan (PDL), pakaian sipil harian (PSH), pakaian sipil resmi (PSR), pakaian dinas resmi (PDR). Daerah menggelontor anggaran untuk empat seragam ini,sebesar Rp 200 hingga Rp 300 juta.

“Anggaran berasal dari APBD II Kabupaten dengan pagu anggaran menyesuaikan harga barang. Itu dikeluarkan untuk 25 anggota DPRD. Teknis pemakaian seragam itu sesuai dengan tatib,” terang Burhan.

Kata Burhan, pihaknya selalu mencantumkan jenis seragam yang akan dikenakan dalam undangan. Dia pun mengaku jika ada anggota Dewan yang tidak mengenakan seragam saat persidangan.

Tak hanya itu. Burhan juga mengaku sejak dilantik tidak ada anggota DPRD Lembata yang menolak pengadaan seragam maupun keberatan dengan bahan serta ukuran seragam tersebut.

“Mereka (DPRD, Red) memilih bahan sendiri dan ukur sendiri. Sejauh ini tidak ada penolakan,” pungkasnya. (yua)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *