Material Rumah KSPN di Labuan Bajo Rusak

LABUAN BAJO KABARNTT.CO—Material proyek bantuan rumah bagi warga di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo, Manggarai Barat, banyak yang rusak.

Emilia Jemina, salah satu warga penerima bantuan di Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Manggarai Barat, menuturkan, salah satu material seperti batako merah yang disuplai untuk pembangunan rumahnya dalam kondisi rusak.

Bacaan Lainnya

“Batako merah yang kami terima hampir semuanya rusak parah dan tidak layak pakai. Begitupun warga lainnya,” kata Jemina, Rabu (25/11/2020) siang.

Jemina mempertanyakan kualitas rumahnya nanti jika material tersebut dipaksakan untuk membangun rumahnya. Jika batakonya sudah kondisi seperti itu, yang jelas rumahnya nanti sangat tidak layak dan pasti cepat rusak.

“Meski rumah kami tak layak ditinggal, akan tetapi jika bantuan rumahnya disuplai dari material rusak, kami tidak setuju dan kami tidak terima,” ungkapnya.

Akan tetapi, kata Jemina, jika memang kriteria kualitas material bantuan pemerintah pusat tersebut seperti itu, apa boleh buat. Dirinya hanya bisa berpasrah diri.

Informasi yang dihimpun media, untuk Kelurahan Wae Kelambu, ada sekitar 65 unit rumah yang dibangun.

Hal serupa juga disampaikan Junaedi,  warga Kampung Lancang. Dirinya saat itu berkeberatan dengan kondisi batako yang tidak layak tersebut.

“Ada yang batakonya belum dibakar, ada juga yang sudah patah dan hancur. Setelah saya teliti, sebagian besar batako merah itu tidak layak digunakan,” kata Junaedi.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Alvin Latubatara, membenarkan bahwa bantuan pembangunan rumah warga di Lancang Sernaru itu merupakan salah satu proyek KSPN di Labuan Bajo.

“Kami hanya tim teknis terdiri dari tiga orang, yaitu Pak Kadis, Kabid Perumahan dan Kepala Seksi. Tim teknis hanya monitor pelaksanaan di lapangan. Sedangkan yang menangani langsung dari pemerintah pusat dan ada satkernya di sini,” kata Alvin.

Alvin menjelaskan, ada beberapa sumber bantuan rumah, yaitu pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Saat media menyambangi Kantor Satker Penanganan KSPN di Labuan Bajo Rabu (25/11/2020) pukul 12.00 Wita, pihak satker belum berhasil dikonfirmasi.

Mengenakan kemeja batik lengan pendek dan berpakaian rapi, salah satu petugas di kantor tersebut mengatakan, jika kepala Satker masih sibuk melayani tamu, Kepala Dinas Perhubungan Manggarai Barat.

“Masih sibuk pak, masih ada tamu dari Dinas Perhubungan,” katanya. (obe)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *