10 Kasus Baru Positif Covid Tak Terkait Expo Alor

KALABAHI KABARNTT.CO—Tambahan 10 kasus baru Covid-19 di Kabupaten Alor tidak terkait dengan Expo Alor. Sepuluh  orang terpapar baru ini sedang dalam perawatan.

Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) Kabupaten Alor, Fredrik Lahal, SH, menegaskan,  tambahan 10 kasus terbaru itu adalah Klaster Denpasar  anggota TNI yang baru pulang pendidikan di Denpsar.

Bacaan Lainnya

Sedangkan  satu kasus lain adalah  tenaga kesehatan berinsial GB yang selama ini dalam perawatan dan dikarantina di rumah karantina Pemkab Alor.

Kepada media ini, Jumat (9/10/2020),  di ruang kerjanya, Fredrik Lahal membenarkan bahwa berdasarkan update terbaru dari Satgas Covid-19 Provinsi NTT di Kabupaten Alor terdapat 11 kasus positif Covid-19 yang masih dalam perawatan.

Namun Lahal menginformasikan bahwa hasil swab ketiga dari GB sudah dinyatakan negatif.

Menurutnya, informasi yang dirilis, Kamis (8./10/2020) malam bahwa kasus positif Covid di Alor ada 11 orang itu sudah bisa diperbaharui karena hasil yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Alor bahwa hasil swab ketiga BG sudah negatif.

Mengenai riwayat 10 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari Klaster Denpasar-Bali itu, Fredrik Lahal yang juga Asisten I Setda Kabupaten Alor menjelaskan, mereka anggota Kodim 1622 Alor yang baru selesai mengikuti pendidikan di Bali.

Awalnya saat tiba di Alor, jelas Lahal, salah satu dari 46 anggota TNI yang baru selesai mengikuti pendidikan itu mengalami sakit usus sehingga menjalani perawatan untuk operasi usus di Kupang.

Setelah operasi usus, ungkap Lahal, yang bersangkutan menjalani test swab dan hasilnya positif Covid sehingga 46 temannya menjalani swab dan sampelnya  dikirim ke Laboratorium RSUD Prof.W.Z. Johannes Kupang untuk diteliti. Hasilnya 10 orang dinyatakan positif Covid-19.

Meski hasil swab 10 orang anggota TNI di Kodim 1622 Alor itu positif, kata Lahal, mereka masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) karena semuanya kelihatan sehat-sehat saja.

Ditanya apakah selama menunggu hasil swab tersebut,  46 anggota Kodim 1622 Alor itu menjalani karantina mandiri, mantan Camat Teluk Mutiara ini membenarkannya.

Dia menegaskan bahwa selama menunggu hasil swab yang dikirim ke Kupang kurang lebih seminggu sebelum pembukaan Expo Alor, 28 September 2020 lalu mereka menjalani karantina di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1622 Alor, di kawasan Padang Tekukur, Kalabahi.

“Sesuai koordinasi kami dengan Pak Dandim 1622 Alor, 46 anggota yang menjalani test wswab setelah salah satu teman mereka dinyatakan positif Covid, semuanya menjalani karantina mandiri. Mereka tidak melakukan kontak apa pun dengan anggota Kodim 1622 Alor yang lainnya. Anggota yang pertama dinyatakan positif covid setelah operasi usus, berdasarkan hasil swab kedua dinyatakan negatif dan sudah kembali bertugas seperti biasa,” papar Lahal.

Lebih jauh Lahal mengantisipasi dugaan oknum tertentu dengan menegaskan bahwa 46 anggota Kodim 1622 Alor yang menjalani swab sebelum Expo Alor itu, tidak dilibatkan dalam kegiatan pengamanan selama Expo Alor XIV berlangsung empat hari, pada 28 September-1 Otober 2020 lalu. Setelah 10 orang dinyatakan positif Covid berdasarakan hasil swab, lanjut Lahal, maka mereka wajib dikarantina.

Mengenai lokasi karantina, mantan Camat Alor Barat Laut ini mengatakan, semestinya 10 anggota Kodim 1622 Alor ini menjalani karantina di rumah karantina milik Pemkab Alor, yakni di bekas Kantor Bank NTT Cabang Kalabahi. Tetapi karena kapasitas rumah karantina itu tidak bisa menampung, maka 10 orang tentara itu menjalani karantina di Makodim 1622 Alor.

“Kalau satu dua orang pasien, kita bisa tampung di rumah karantina milik Pemkab Alor. Tetapi karena sampai 10 orang, maka sementara ini mereka dikarantikan di Makodim 1622 Alor sambil teman-teman dari Dinas Kesehatan melakukan pendampingan, sekaligus ada bantuan-bantuan vitamin dan sebagainya. Kami sedang koordinasikan sejak siang ini. Mereka OTG, artinya tidak sakit sehingga tidak bisa karantina ke rumah sakit,” tegas Lahal.

Terkait tracking terhadap 10 pasien positif Covid tersebut, Lahal mengatakan tidak dilakukan lagi karena selama ini mereka dikarantina sejak satu temannya dinyatakan positif sehingga tidak melakukan kontak langsung dengan siapapun.

Karena itu dia menghimbau masyarakat untuk tidak perlu panik, apalagi mau kaitkan dengan Expo Alor XIV dan Alor Karnaval VII.

“Sepuluh kasus positif Covid-19 ini tidak ada kaitannya dengan Expo Alor dan  Alor Karnaval baru-baru ini karena mereka telah menjalani karantina mandiri sambil menunggu hasil swab dari Kupang. Mereka tidak dilibatkan dalam kegiatan apapun ke luar, termasuk saat Expo Alor. Bahkan kegiatan pembinaan mereka sebagai Bintara dan Tamtamapun dihentikan sementara oleh Pak Dandim 1622 Alor. Karena itu kami menghimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan terpengaruh dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab,” himbau Lahal. (lik)

Pos terkait